Gambar: Sebuah infografis berjudul Shutdown dan Restart: Glasnost-Perestroika ala Indonesia atau Negeri Zombie yang menampilkan seruan Peri Akri Domo agar Presiden mengambil keputusan besar untuk merestart Indonesia, dilengkapi ilustrasi kontras antara kota yang hancur mewakili apatisme dan peta emas Indonesia mewakili harapan reformasi, serta poin-poin tuntutan seperti pengesahan UU Perampasan Aset.
Pekanbaru (Utusan Rakyat) – Peri Akri Domo mengeluarkan catatan mendesak yang menyerukan “shutdown dan restart” total bagi Republik Indonesia demi menyelamatkan persatuan bangsa dan keberlangsungan negara. Dalam perspektifnya, kondisi hukum yang tumpul ke atas dan tajam ke bawah, koordinasi antarlembaga yang tak efektif, serta saling sandera kepentingan elite berpotensi menciptakan apatisme akut dan negeri seperti “kota zombie”.
“Saudara-saudara, demi kemaslahatan bangsa dan negeri +62 ini, Presiden RI harus segera ambil keputusan besar,” tulis Peri Akri Domo. Ia menyoroti carut-marut negeri akibat hukum yang keras pada lawan dan lembut pada kawan, serta lini bawah yang lelah berpikir dan peduli. “Indonesia shutdown, restart—balik ke pangkal. Hanya Presiden sebagai Kepala Negara, Pemerintahan, dan Panglima Tertinggi yang bisa melakukannya atas izin Allah SWT.”
Langkah Mendesak yang Diusulkan
Peri Akri Domo merinci rekomendasi konkret:
– Segera sahkan dan terapkan UU Perampasan Aset untuk merasionalisasi harta koruptor dan pelaku bisnis tak taat hukum serta tak beretika.
– Implementasikan Pasal 33 UUD 1945 dan Sila Kelima Pancasila secara benar-benar, bukan sekadar cukup baik, demi kesejahteraan umat.
– Bangun “Glasnost & Perestroika ala +62”: keterbukaan dan reformasi seperti Uni Soviet dulu, sebelum Indonesia berpotensi “end” atau bubar akibat dinamika ekstrim, ego sentris elite, dan gejolak global menjelang Perang Dunia III.
Ia menegaskan, “Banyak indikasi berakhirnya negeri khatulistiwa ini bisa dicegah jika elite sadar dan bertobat, balik ke pangkal.” Peri Akri Domo menutup dengan doa agar Presiden diberi kesehatan, kekuatan, dan kejernihan hati untuk aksi besar ini. “Indonesia mampu dan bisa. Mahadaya Indonesia Hebat. InsyaAllah, hanya Presiden yang bisa selesaikan kusut masai negeri ini.”
Catatan ini menjadi tamparan bagi elite yang terlena zona nyaman, di tengah dunia bergejolak. Peri Akri Domo mengajak doa bersama demi terwujudnya cita-cita Republik yang besar dan hebat.
/H4N4EL
Sumber: Peri Akri Domo





















































Discussion about this post