Gambar: Pimpinan Jemaat GKP Airkulim, Pdt. Ratna Pardede, S.Th., menyampaikan khotbah bertajuk “Sungguh Yesus Adalah Anak Allah” di hadapan ratusan jemaat Gereja Kristen Protestan (GKP) Airkulim Resort HKBP Pekanbaru Distrik XXII Riau, Jumat (3/4/2026). Momen sakral peringatan kematian Yesus Kristus ini diisi dengan renungan mendalam tentang pengorbanan di kayu salib dan diakhiri dengan prosesi Perjamuan Kudus yang khidmat.
Pekanbaru (Utusan Rakyat) – Ibadah Jumat Agung, yang memperingati kematian Yesus Kristus di kayu salib, menjadi momen sakral bagi umat Kristen di seluruh dunia. Hari ini, Gereja Kristen Protestan (GKP) Airkulim Resort HKBP Pekanbaru Distrik XXII Riau menjadi saksi bisu keimanan yang mendalam dari ratusan jemaat yang memadati rumah ibadah tersebut.
Ibadah Jumat Agung di GKP Airkulim berlangsung khusyuk dan lancar, dengan kehadiran jemaat yang sangat membludak. Suasana penuh haru menyelimuti gedung gereja, di mana umat dari berbagai kalangan datang untuk merenungkan pengorbanan Tuhan Yesus. Kepadatan jemaat menunjukkan betapa kuatnya ikatan rohani di tengah komunitas ini.
Makna Jumat Agung secara esensial adalah peringatan atas penderitaan dan kematian Yesus Kristus, yang menjadi puncak dari minggu suci. Hari itu melambangkan kasih Allah yang tak terbatas, di mana Yesus menanggung dosa umat manusia di kayu salib. Bagi umat Kristen, Jumat Agung bukan sekadar hari berkabung, melainkan panggilan untuk introspeksi dan pertobatan.
Acara ibadah semakin meriah dengan penampilan berbagai kelompok koor yang menghidupkan lagu-lagu rohani. Koor remaja pemuda, koor kaum bapak, koor kaum ibu, serta koor Letare bergantian menyanyi, menciptakan harmoni yang menyentuh hati. Paduan suara ini tidak hanya memperindah ibadah, tetapi juga memperkuat semangat kolektif jemaat.
Puncak ibadah adalah khotbah yang disampaikan oleh pimpinan jemaat GKP Airkulim, Pdt. Ratna Pardede, S.Th. Dengan topik “Sungguh Yesus Adalah Anak Allah”, khotbah diambil dari Matius 27:45-56. Ayat-ayat ini menggambarkan kegelapan yang menutupi bumi pada pukul tiga sore, saat Yesus berseru “Eli, Eli, lema sabakhtani?” (Mengapa Engkau meninggalkan Aku?), diikuti kematian-Nya, robeknya tabir Bait Allah, dan pengakuan perwira Romawi bahwa Yesus benar-benar Anak Allah.
Dalam khotbahnya, Pdt. Ratna Pardede secara ringkas memaparkan konteks perikop tersebut: kegelapan melambangkan penghakiman dosa, teriakan Yesus menunjukkan penderitaan total-Nya sebagai pengganti umat manusia, dan pengakuan perwira Romawi menjadi penguatan iman bahwa Yesus adalah Anak Allah yang mati untuk keselamatan. Beliau menegaskan, “Sungguh Yesus adalah Anak Allah”, sebagai inti iman yang harus dihayati setiap hari.
Penjelasan Pdt. Ratna Pardede juga menghubungkan makna Jumat Agung dengan kehidupan sehari-hari, mengajak jemaat untuk mengakui Yesus sebagai Juruselamat sejati. Khotbah ini memperdalam pemahaman jemaat tentang pengorbanan ilahi.
Di penghujung ibadah, Perjamuan Kudus dilaksanakan dengan khidmat, diikuti seluruh jemaat yang layak menerimanya berdasarkan iman pengakuan mereka. Ritual ini menjadi penutup sempurna, mengingatkan akan darah dan tubuh Kristus yang dipersembahkan. Ibadah Jumat Agung di GKP Airkulim HKBP Pekanbaru Distrik XXII Riau ini meninggalkan kesan mendalam, memperkuat komunitas iman di Riau.
/H4N4EL



















































Discussion about this post