Gambar: Didampingi jajaran aparat kepolisian, TNI, dan tim pengamanan mal di bawah keremangan lampu darurat dan sirine pemadam, Wakapolda Sulut menegaskan bahwa prioritas utama malam itu adalah standar keselamatan maksimal serta evakuasi intensif terhadap lima orang pengunjung yang dilaporkan terjebak di area lantai atas gedung sebelum investigasi penyebab kebakaran dimulai.
MANADO (Utusan Rakyat) – Kebakaran hebat melanda Mega Mall yang terletak di Kawasan Megamas, salah satu pusat perbelanjaan terbesar di Kota Manado, Sulawesi Utara, pada Sabtu (16/5/2026) malam. Insiden yang terjadi sekitar pukul 20.55 WITA tersebut memicu kepanikan luar biasa bagi warga serta pengunjung yang berada di sekitar lokasi kejadian.
Kobaran api dilaporkan pertama kali terlihat berasal dari lantai paling atas gedung pusat perbelanjaan tersebut. Dengan cepat, api membesar dan mengeluarkan asap tebal yang membumbung tinggi hingga dapat terlihat dari berbagai titik di Kota Manado.
Dugaan sementara menyatakan bahwa sumber api berasal dari area Food Court yang terletak di Lantai 3 Mega Mall. Petugas keamanan mal bersama personel pemadam kebakaran (Damkar) langsung bergerak cepat melakukan upaya pemadaman sesaat setelah api diketahui muncul. Belasan unit mobil Damkar diterjunkan ke lokasi untuk menjinakkan si jago merah agar tidak merembet ke bagian gedung lainnya.
Setelah berjibaku selama hampir dua jam, petugas akhirnya berhasil memadamkan api sekitar pukul 22.45 WITA, meski kepulan asap tebal terpantau masih keluar dari lantai atas bangunan.
Di tengah proses penanganan kebakaran, muncul informasi mengejutkan mengenai adanya korban yang terperangkap. Sebanyak lima orang dilaporkan masih terjebak di lantai atas, tepatnya di area R3 Mega Mall Manado saat kebakaran sedang berkecamuk. Kelima orang tersebut diketahui sempat menghubungi pihak pengelola Mega Mall untuk memberikan informasi darurat mengenai posisi terkini mereka di dalam gedung.
Hingga Sabtu malam, proses pencarian dan evakuasi terhadap kelima orang tersebut masih terus diupayakan secara intensif. Dengan mengenakan peralatan lengkap, petugas Damkar berupaya keras menembus kepulan asap yang pekat guna mencapai lokasi para korban yang berada di lantai atas gedung. Selain personel Damkar, aparat kepolisian dan anggota TNI juga dikerahkan ke lokasi untuk membantu proses evakuasi serta mengamankan area sekitar.
Wakil Kepala Kepolisian Daerah Sulawesi Utara, Brigjen Pol. Awi Setiyono S.IK., M.Hum, turun langsung memantau penanganan di lokasi kejadian. Dalam keterangan singkatnya di sela-sela koordinasi lapangan, Brigjen Awi menyampaikan bahwa prioritas utama saat ini adalah keselamatan pengunjung dan personel serta evakuasi korban yang terjebak. Ia juga memastikan bahwa proses penyelamatan dilakukan dengan standar keselamatan maksimal dan meminta semua pihak untuk memberi ruang bagi petugas bekerja.
“Kami akan utamakan evakuasi dan penyelamatan korban, kemudian lakukan investigasi menyeluruh untuk memastikan penyebab kebakaran,” ujar Brigjen Pol. Awi Setiyono saat memimpin apel cepat koordinasi di lokasi.
Petugas di lapangan tampak membagi tugas antara fokus pemadaman di dalam gedung dan pengaturan arus lalu lintas di luar kawasan guna menghindari kemacetan parah di sekitar pusat perbelanjaan. Selain itu, tim identifikasi kepolisian bersama tim forensik Damkar mulai mengamankan titik-titik yang diduga sebagai sumber api untuk memudahkan proses penyelidikan nanti.
Hingga berita ini diturunkan, penyebab pasti kebakaran masih dalam proses penyelidikan oleh pihak berwenang. Pemerintah setempat dan pihak kepolisian juga belum merilis laporan resmi mengenai ada atau tidaknya korban jiwa, serta total kerugian material yang dialami akibat insiden besar ini.
/RM



















































Discussion about this post