Gambar: Dokumentasi antusiasme dan keseriusan siswa SMK Tridaya Cibinong saat menempuh Uji Kompetensi Keahlian (UKK) untuk jurusan Teknik Kendaraan Ringan (Otomotif). Visual ini terbagi menjadi beberapa fragmen yang memperlihatkan proses pengujian keterampilan vokasi siswa di bawah pengawasan assessor profesional.
Cibinong, Bogor (Utusan Rakyat) – SMK Tridaya Cibinong sukses menggelar Uji Kompetensi Kelayakan (UKK) dengan melibatkan assessor profesional dari PT Sintekindo. Kegiatan ini menjadi momen krusial bagi siswa untuk membuktikan penguasaan keterampilan vokasi mereka sesuai standar industri.
TB. Sayid Ahmad Fitahudin, S.Kom, selaku Ketua Panitia UKK SMK Tridaya Cibinong, menjelaskan bahwa uji kompetensi ini bertujuan memberikan pembelajaran skill praktis langsung selama masa belajar siswa. Berlokasi di Pabuaran RT 10 RW 5, Kelurahan Pabuaran, Kecamatan Cibinong, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, sekolah ini mengintegrasikan kurikulum pendidikan SMK dengan pondok pesantren.
Sekolah ini mendidik siswa dengan porsi kurikulum keagamaan mencapai 90 persen, sementara jurusan Teknik Komputer Jaringan dan Otomotif Teknik Kendaraan Ringan mengikuti kurikulum khusus. Untuk jurusan otomotif, pembelajaran dibagi teori 30 persen dan praktik 70 persen, memastikan siswa siap menghadapi dunia kerja.
“Selain lulus dengan nilai akademik mencapai KKM 80, yang terpenting siswa menguasai skill berkualitas,” ungkap TB. Sayid Ahmad Fitahudin. Ia menekankan, lulusan yang tidak melanjutkan kuliah ke perguruan tinggi negeri atau swasta tetap optimis bersaing di dunia industri sebagai pekerja handal atau membuka usaha jasa otomotif seperti bengkel servis.
Kegiatan ini didasarkan pada Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, khususnya bidang pendidikan dasar dan menengah. TB. Sayid Ahmad Fitahudin merinci tujuan UKK sebagai berikut: mengukur pencapaian kompetensi pengetahuan, keterampilan, dan sikap kerja siswa; memvalidasi standar industri sesuai kebutuhan Dunia Usaha, Dunia Industri, dan Dunia Kerja (DUDIKA).
UKK juga menghasilkan penerbitan sertifikat kompetensi resmi dari Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) atau satuan pendidikan terakreditasi, menjadi indikator mutu lulusan serta dasar kelulusan. Kegiatan ini meningkatkan daya saing siswa, rasa percaya diri dalam mencari pekerjaan, serta mendorong kemitraan SMK dengan industri dalam penyusunan instrumen uji.
Para siswa yang diuji mengaku campur aduk antara senang, deg-degan, dan khawatir tidak lulus. Namun, dengan semangat tinggi, mereka bahagia memperoleh pengalaman langsung. “Kami senang dan mendapat pengalaman berharga,” ujar Dwi Putra Prayoga, salah satu peserta uji dari jurusan otomotif.
/Dodo



















































Discussion about this post