Gambar: Suasana hangat dan ceria di salah satu sudut Ruang Terbuka Hijau (RTH) publik yang berfungsi sebagai taman bermain anak di Kecamatan Cileungsi, Bogor. Visual ini merepresentasikan keberhasilan komitmen Camat Cileungsi, Adi Nugraha S.IP, dalam melaksanakan amanat Undang-Undang Nomor 26 Tahun 2007 tentang Penataan Ruang, khususnya penyediaan RTH di tengah kawasan permukiman yang padat.
Cileungsi, Bogor (Utusan Rakyat) – Camat Cileungsi, Adi Nugraha S.IP, menuai pujian meriah dari warga Kecamatan Cileungsi atas komitmennya dalam melaksanakan Undang-Undang Nomor 26 Tahun 2007 tentang Penataan Ruang, khususnya penyediaan Ruang Terbuka Hijau (RTH) publik seperti taman dan hutan kota. Inisiatif ini dianggap berhasil menciptakan lingkungan yang asri dan nyaman bagi masyarakat heterogen berjumlah sekitar 230.000 jiwa di wilayah tersebut.
Pemerintah Kabupaten Bogor di bawah kepemimpinan Bupati Rudi Susmanto periode 2019-2024 terus memotivasi 40 camat se-Kabupaten untuk menjalankan amanat undang-undang tersebut. Saat dilantik, setiap camat diwajibkan menyediakan RTH publik seluas 20-30 persen dari lahan pengembangan perumahan besar, estate, maupun menengah. Ketentuan ini menekankan penciptaan ruang penghijauan publik yang aman, nyaman, dan bahagia bagi keluarga serta anak-anak, sekaligus menjaga keseimbangan ekosistem untuk produksi oksigen optimal dan penyerapan karbon dioksida.
Menurut praktik lapangan dari Undang-Undang Nomor 26 Tahun 2007, RTH publik dan hutan kota berfungsi meningkatkan kualitas udara, kesehatan masyarakat, serta keindahan lingkungan. Fasilitas ini tidak hanya menjadi paru-paru kota, tetapi juga sarana rekreasi yang mendukung gaya hidup sehat di tengah kepadatan penduduk kawasan perumahan.
Dalam kesempatan santai usai salat, Camat Adi Nugraha S.IP yang dikenal dengan senyum khasnya tampil didampingi ulama karismatik KH. Tatang Tajudin, atau akrab disapa Abah Jamesbon Dai Nasional. Tokoh agama yang populer di TV nasional, Instagram, YouTube, Facebook, dan TikTok ini mengelola Ponpes Arrofiiyah Wada’wah dengan jutaan pengikut milenial dan Gen-Z. Kehadirannya menambah daya tarik acara, karena KH. Tatang sering tampil bersama pejabat eksekutif, legislatif, yudikatif, pengusaha, hingga artis.
Camat Adi Nugraha menegaskan bahwa pelaksanaan RTH publik merupakan kewajiban moral sebagai pejabat daerah. “Saya harus menjadi pelayan masyarakat, bukan sekadar mengutip proyek,” ujarnya dengan senyum ramah. Ia juga menyoroti program unggulan Bupati Rudi Susmanto yang merata di berbagai bidang, mulai dari ekonomi melalui BUMDes dan Koperasi Merah Putih, sosial seperti program Makan Bergizi Gratis (MBG) untuk siswa, hingga harmonisasi politik antarparpol, ormas, LBH, LSM, kepemudaan, lintas agama, dan aktivis Dobotim DPP Presidium.
Lebih lanjut, Camat Adi menekankan kemajuan di bidang kepemudaan, seni, keagamaan, industri penyerap tenaga kerja, serta infrastruktur jalan desa dan kabupaten yang terus diperbaiki. Yang terpenting, keamanan dan kenyamanan masyarakat Kecamatan Cileungsi menjadi prioritas utama. “Kami siap mendukung pusat ibu kota pemda baru di Jonggol atau Sukamakmur kelak,” tambahnya.
Di tempat yang sama, Ibu Ara, warga Desa Limusnunggal yang aktif dalam kelompok emak-emak hebat, menyampaikan apresiasi mendalam. Melalui peran aktifnya di bidang sosial, ia mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Kecamatan Cileungsi dan Bupati Bogor. “Semoga fasilitas RTH semakin ditambah, termasuk guru pendamping taman bermain anak setiap sore dari pukul 16.00 hingga 18.00 WIB. Ini bentuk pendidikan, wawasan hidup sehat, dan panutan bagi anak serta emak-emak,” harapnya antusias.
/Mahpudin



















































Discussion about this post