Gambar: KH Majid menekankan pentingnya keterbukaan terhadap saran serta koordinasi antara ulama dan umara (pemerintah) guna memastikan program pembinaan umat berjalan selaras dengan amanat persatuan dan kemaslahatan bangsa.
Mekarsari, Cileungsi, Bogor (Utusan Rakyat) – Tim investigasi lapangan Utusan Rakyat menyaksikan langsung pada Minggu (26/4/2026) pukul 17.30 WIB, sebuah fenomena inspiratif di tengah gemerlap Hotel Termegah Bogor Timur, wisata internasional Taman Buah Mekarsari, dan Citraland. Di Desa Mekarsari, Kecamatan Cileungsi, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, sosok KH Majid menjadi pusat obrolan masyarakat heterogen yang tengah bertransisi dari pola pikir kampung ke urban. Dengan populasi Kecamatan Cileungsi mencapai 230.000 jiwa dan Desa Mekarsari 12.000 jiwa, KH Majid rajin membina umat sejak 2010 tanpa putus asa.
Tokoh masyarakat Bogor Timur, Bapak Anen, mengungkapkan kekagumannya. “Perubahan cepat ke masyarakat perkotaan sering membawa egoisme dan kerapuhan iman. Namun, KH Majid merintis pembinaan umat secara getol. Pengajian rutinnya tiap Senin malam hingga Selasa pukul 19.00–22.00 WIB, berawal dari 10 jamaah pada 2010, kini menarik ratusan warga dari Bogor Timur, tak hanya Mekarsari,” ujarnya.
Di lokasi pengajian rutin Aula/Mushola Ponpes Aljadid Cipicung RT 13 RW 5, Utusan Rakyat mewawancarai KH Majid, Ketua MUI Desa Mekarsari yang kini menjadi ikon perubahan mental masyarakat tertinggal menuju maju berteknologi dan bertakwa. “Nabi Muhammad SAW adalah manusia pilihan Allah SWT, kekasih-Nya karena akhlak terpuji sebagaimana hadis Rasulullah. Ulama menafsirkan melalui ijma, ijtihad, ijtimaq, hingga qiyas. Beliau tegas pada murtad dan munafik yang merusak agama, tapi melindungi non-Muslim dengan keadilan, seperti Amirul Mukminin Khalifah Umar bin Khattab,” tegas KH Majid.
KH Majid melanjutkan, “Pengajian pembinaan sejak 2010 dimulai dengan 10 jamaah. Kami sabar dan ikhlas sebagai pengurus ponpes, dibantu amanah MUI. Alhamdulillah, kini didukung tokoh masyarakat Mekarsari, Kades Mekarsari, Camat Cileungsi, dan ulama Bogor Timur. Walau ketua MUI, kami tak egois, terbuka pada saran, masukan, termasuk insan pers.”
KH Majid menekankan kesesuaian dengan AD/ART MUI berdasarkan Pedoman Dasar dan Rumah Tangga MUI. Organisasi ini berfungsi sebagai wadah musyawarah ulama, zuama, dan cendekiawan Muslim untuk membimbing umat, pemberi fatwa, mitra pemerintah, serta penguat ukhuwah Islamiyah. Fungsi utamanya mencakup pemberi fatwa (mufti), pembimbing umat (ri’ayat wa khadim al-ummah), majlis syura, mitra pemerintah (shadiqul hukumah), pewaris tugas nabi (waratsatul anbiya), dan pengawal halal melalui LPPOM MUI.
Secara hukum, MUI diakui negara melalui Perpres Nomor 151 Tahun 2014 tentang Bantuan Pendanaan Kegiatan MUI, membantu menjaga persatuan dan kemaslahatan umat sebagaimana diamanatkan Badan Pembinaan Hukum Nasional.
Tokoh agama dan masyarakat Bapak Wiwi (Kadus dua periode) tertawa ramah saat diwawancarai. “KH Majid ulama ikhlas dan baik. Bila perlu, Kades Mekarsari, Camat Cileungsi, hingga Bupati Bogor dorong beliau jadi Ketua MUI Kecamatan Cileungsi. Ratusan ribu warga Bogor Timur akan tersentuh, sebagai tangan kanan pembinaan umat.”
Pemilik dan pengelola Ponpes Aljadid beserta SDIT, SMPIT, SMK setuju. “Sudah pantas KH Majid pimpin MUI Kecamatan Cileungsi. Cakap dan layak, dengan referensi Bupati Bogor, Camat Cileungsi, Kades Mekarsari untuk program ulama-umara membina umat.”
/Oleh Biro Bogor Parman dan Kaperwil Jawa Barat Mahpudin





















































Discussion about this post