Gambar: Mantan Kepala Desa Cikeas periode 2014-2019 sekaligus Ketua Persikabo Bogor, Bapak Haris, melakukan pertemuan dengan sejumlah tokoh masyarakat dan warga di Gunungputri, Bogor. Pertemuan ini diwarnai dengan besarnya dukungan warga agar beliau kembali mencalonkan diri sebagai Kepala Desa Cikeas pada periode 2027-2034. Haris dikenal masyarakat berkat sikap tegasnya dalam menjaga amanah pendidikan anak-anak desa, salah satunya melalui tindakan tegas memecat oknum ustadz yang melalaikan tugas mengajar demi urusan pribadi. Selain ketegasan, kepedulian sosialnya terhadap kaum duafa dan warga yang berduka menjadi alasan kuat masyarakat mendambakan kembali kepemimpinannya sebagai sosok pemimpin teladan yang religius dan amanah.
Gunungputri, Bogor (Utusan Rakyat) – Bapak Haris, mantan Kepala Desa (Kades) Cikeas periode 2014-2019 sekaligus Ketua Persikabo Bogor, ramai dibicarakan masyarakat berkat sikap tegasnya memecat oknum ustadz yang lalai terhadap amanah mengajar anak-anak. Kejadian ini menjadi buah bibir positif di kalangan 30.000 warga Cikeas, Gunungputri, Bogor, yang mendambakan Haris kembali maju sebagai kades pada Pilkades 2027-2034.
Kejadian bermula pada sore hari saat Haris, dalam kebiasaannya keliling desa untuk mengecek pengajian anak-anak, mendapati sekitar 15 anak masih betah di masjid meski sudah pukul 14.00 WIB. “Kenapa kalian belum pulang? Biasanya jam segini sudah pulang,” tanya Haris kepada anak-anak polos tersebut. Jawaban jujur mereka: “Pak ustadznya kondangan.”
Kaget mendengar hal itu, Haris langsung memanggil oknum ustadz untuk mempertanyakan kelalaiannya meninggalkan amanah mengajar santri demi urusan pribadi. Sayangnya, ustadz tersebut tidak memenuhi panggilan. Akhirnya, saat pengajian jamaah ramai di masjid setempat, Haris mengumumkan pemecatannya secara terbuka. “Dengan ribuan mohon maaf, kami berhentikan beliau karena lalai amanah dan menyia-nyiakan santri,” ujar Haris saat itu.
Pengumuman tersebut langsung heboh dan menjadi viral di masyarakat. Banyak yang memuji sikap Haris yang peduli terhadap pendidikan anak, kesejahteraan umat, serta keyakinannya pada ajaran agama dari masa SMP, seperti makna Ar-Rahman Ar-Rahim dalam Surah Al-Fatihah, serta nasihat kakek-buyutnya: barang siapa menegakkan kalimat Allah SWT dan kasih sayang kepada manusia, maka dosanya diampuni dan rezekinya dilapangkan.
Dalam wawancara terpisah, tokoh masyarakat setempat menilai sikap Haris sangat baik dan sesuai harapan. “Itu yang kami harapkan. Semoga Bapak Haris dimenangkan Allah SWT untuk periode 2027-2034,” katanya. Sementara Ibu Herni, duafa yang bekerja sebagai tukang urut keliling, turut bersaksi. Ia mengenang kebaikan Haris yang membiayai pemakaman dan tahlil ayahnya hingga akhir hayat. “Alhamdulillah, terima kasih kepada Allah SWT. Doa kami agar Kades Haris kembali terpilih tahun 2027-2034,” ucapnya.
Ibu Herni juga mengingatkan pepatah Sunda “Gajah mati tinggalkan gading,” artinya kebaikan seseorang tak pernah ditinggalkan dan terus diingat serta didoakan. Dukungan warga pun menguat, dengan Haris disebut-sebut sebagai pemimpin teladan yang layak kembali memimpin Cikeas.
/Mahpudin



















































Discussion about this post