Gambar: Kegiatan yang dihadiri langsung oleh Wakapolres Dairi Kompol Hadi Sucipto, KBO Satresnarkoba Ipda Fresnel Manik, Kades Kalang Simbara Tetty Pasaribu, tokoh masyarakat Saut Martua Ujung, serta jajaran Karang Taruna dan pihak sekolah ini membahas penguatan pencegahan aksi bullying (perundungan) serta bahaya peredaran narkoba di kalangan remaja.
SIDIKALANG (Utusan Rakyat) – Kepedulian terhadap masa depan generasi muda mendorong tokoh masyarakat Kalang Simbara, Saut Martua Ujung, mengajak seluruh elemen masyarakat memperkuat upaya pencegahan perundungan dan penyalahgunaan narkoba di kalangan anak dan remaja.
Bahkan, Desa Kalang Simbara menyatakan kesiapan membentuk Satuan Tugas (Satgas) Anti Narkoba sebagai langkah nyata melindungi generasi muda dari ancaman narkotika.
Komitmen tersebut disampaikan Saut Martua Ujung dalam kegiatan pembahasan dan penguatan pencegahan perundungan serta peredaran narkoba yang digelar di Posko Kampung Bebas Narkoba, Desa Kalang Simbara, Kabupaten Dairi, Rabu (21/10/2026).
Dalam pertemuan tersebut, Saut mengapresiasi perhatian dan langkah kepolisian yang turun langsung membangun komunikasi bersama masyarakat untuk mengantisipasi persoalan yang dapat mengancam keselamatan serta masa depan anak-anak.
Menurutnya, upaya pembinaan harus menjadi perhatian bersama agar anak-anak yang berhadapan dengan persoalan sosial tidak langsung dihadapkan pada pendekatan penindakan, melainkan terlebih dahulu mendapatkan pendampingan dan kesempatan untuk memperbaiki diri.
“Kami sangat menyambut baik dan mengapresiasi pihak kepolisian atas atensi kepada anak-anak kita. Kami sebagai orang tua lebih mengharapkan pembinaan daripada penindakan. Inilah yang kita harapkan, bagaimana agar ke depannya anak-anak kita dapat terbebas dari pengaruh narkoba,” ujar Saut.
Ia juga menekankan pentingnya keterlibatan generasi muda dalam membangun lingkungan yang sehat, aman, dan bebas narkoba.
Saut secara khusus mendorong Karang Taruna Kalang Simbara agar mengambil peran lebih aktif sebagai duta antinarkoba di desa. Menurutnya, pemuda bukan hanya kelompok yang perlu dilindungi, tetapi juga harus menjadi bagian dari solusi dalam mencegah penyalahgunaan narkotika.
“Karang Taruna Kalang Simbara juga harus bisa menjadi duta antinarkoba di desa ini. Masyarakat Kalang Simbara kami pastikan siap berkolaborasi dengan pihak kepolisian dalam penanggulangan masalah narkoba,” tegasnya.
Kesiapan membentuk Satgas Anti Narkoba tersebut menjadi salah satu bentuk komitmen masyarakat Kalang Simbara untuk memperkuat pencegahan sejak dini, sekaligus membangun kepedulian kolektif terhadap ancaman narkotika yang dapat merusak masa depan generasi muda.
Wakapolres Dairi, Kompol Hadi Sucipto, dalam kesempatan tersebut mengingatkan bahwa perundungan di lingkungan sekolah merupakan persoalan serius yang harus diantisipasi bersama.
Ia menjelaskan, perundungan dapat bermula dari ejekan atau tindakan merendahkan yang kemudian berkembang menjadi kekerasan fisik. Tidak sedikit kejadian yang akhirnya tersebar di media sosial dan memperburuk dampak yang dialami korban.
Karena itu, pihak sekolah diharapkan segera mengambil langkah apabila mengetahui adanya indikasi perundungan dengan memanggil pihak-pihak yang terlibat dan menyelesaikan persoalan secara tepat sebelum berkembang menjadi masalah yang lebih besar.
Hadi juga menekankan pentingnya peran orang tua dalam mengawasi perubahan perilaku anak serta membangun komunikasi yang terbuka di lingkungan keluarga.
Menurutnya, pengawasan dan kepedulian orang tua menjadi faktor penting agar anak merasa nyaman menyampaikan persoalan yang mereka hadapi, termasuk ketika mengalami atau menyaksikan perundungan.
Ia mengajak masyarakat turut menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas). Apabila mengetahui adanya perundungan atau gangguan keamanan, masyarakat dapat menyampaikan informasi kepada kepolisian melalui layanan Call Center 110.
Sementara itu, KBO Satresnarkoba Polres Dairi, Ipda Fresnel Manik, menjelaskan bahwa penyalahgunaan narkoba dapat berkaitan dengan berbagai persoalan sosial dan tindak kriminal lainnya.
Menurutnya, ketergantungan narkoba dapat memengaruhi kemampuan seseorang dalam mengambil keputusan secara sehat. Dalam kondisi tertentu, pengguna yang mengalami ketergantungan dan kesulitan memperoleh narkoba berisiko melakukan tindakan melanggar hukum.
Karena itu, ia menegaskan bahwa upaya penanggulangan narkoba tidak cukup hanya mengandalkan penindakan terhadap pelaku peredaran, tetapi juga harus disertai pencegahan, edukasi, serta pemulihan bagi pengguna yang membutuhkan rehabilitasi.
Ia menyampaikan bahwa pendekatan pencegahan dan rehabilitasi perlu diperkuat agar masyarakat yang terlanjur terjerumus dalam penyalahgunaan narkoba memiliki kesempatan untuk pulih dan kembali menjalani kehidupan yang lebih baik.
Ipda Fresnel juga mengimbau masyarakat agar tidak ragu menyampaikan informasi mengenai dugaan penyalahgunaan narkoba kepada kepolisian melalui layanan 110, Babinsa, maupun Bhabinkamtibmas.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Wakapolres Dairi Kompol Hadi Sucipto, KBO Satresnarkoba Polres Dairi Ipda Fresnel Manik, Kepala Desa Kalang Simbara Tetty Pasaribu, Ketua BPD Kalang Simbara Subektri Damanik, Kasi Tata Pemerintahan Kecamatan Sidikalang Erida Lumbantobing, Kepala SMP Negeri 4 Sidikalang Sihar Pardede bersama para siswa, Babinsa Kodim 0206/Dairi Sertu Riduan Sitanggang, pengurus Karang Taruna, serta masyarakat setempat.
Pertemuan ini menjadi ruang dialog antara kepolisian, pemerintah desa, pihak sekolah, pemuda, dan masyarakat untuk menyamakan langkah dalam mencegah perundungan serta penyalahgunaan narkoba.
Melalui kolaborasi tersebut, masyarakat diharapkan semakin berani melaporkan persoalan yang terjadi di lingkungannya, sementara keluarga dan sekolah terus memperkuat pengawasan serta pembinaan terhadap anak dan remaja.
Bagi Kalang Simbara, komitmen membentuk Satgas Anti Narkoba menjadi langkah awal untuk memperkuat gerakan bersama dalam menjaga lingkungan desa agar tetap aman dan kondusif.
Sebab, melindungi generasi muda bukan semata-mata tugas kepolisian, melainkan tanggung jawab bersama keluarga, sekolah, pemerintah, pemuda, dan seluruh lapisan masyarakat.
/Clara Siahaan




















































Discussion about this post