Gambar: Bapak Indra, pengelola Warung Ikhlas di kawasan Kampus Persada Bunda, Jalan Diponegoro, Pekanbaru, tetap konsisten mempertahankan harga menu lontong sayur seharga Rp10.000 per porsi di tengah lonjakan harga bahan pokok. Telah beroperasi selama 20 tahun, warung ini berkomitmen menjaga keterjangkauan harga demi membantu masyarakat dan mahasiswa.
PEKANBARU (Utusan Rakyat) – Di tengah lonjakan harga bahan pokok yang menekan daya beli masyarakat, Warung Ikhlas yang berlokasi di kawasan Kampus Persada Bunda, Jalan Diponegoro, Pekanbaru, tetap berkomitmen mempertahankan harga menu andalannya. Warung ini konsisten menyajikan satu porsi lontong sayur dengan harga Rp10.000.
Warung yang dikelola oleh Bapak Indra ini telah beroperasi selama 20 tahun dan menjadi salah satu destinasi sarapan favorit masyarakat setempat. Buka setiap pagi, Warung Ikhlas menyasar berbagai kalangan pelanggan, mulai dari mahasiswa, pegawai kantor, hingga warga umum.
Bapak Indra mengungkapkan bahwa keputusan untuk tidak menaikkan harga diambil demi menyesuaikan kondisi ekonomi masyarakat saat ini. Menurutnya, menjaga harga agar tetap terjangkau adalah prioritas utama.
“Harga masih standar dan sesuai dengan kondisi ekonomi saat ini. Yang penting masih terjangkau oleh masyarakat dan mahasiswa,” ujar Indra saat ditemui di lokasi usahanya, Kamis (5/11/2026).
Menghadapi persaingan usaha serta kenaikan modal bahan baku, Warung Ikhlas tetap bertahan dan menjaga kesetiaan pelanggannya dengan mengedepankan kualitas rasa dan pelayanan yang ramah.
Saat ditanya mengenai strategi dan harapannya ke depan, Indra menegaskan komitmennya untuk terus memprioritaskan kepuasan konsumen.
“Motivasi saya sederhana, terus meningkatkan pelayanan supaya pelanggan tetap ramai dan betah,” kata Indra.
Melalui konsistensi harga dan peningkatan kualitas pelayanan, ia berharap Warung Ikhlas dapat terus berkembang dan menjadi pilihan sarapan utama bagi warga Pekanbaru untuk jangka panjang.
/Tommy Syafrino




















































Discussion about this post