Gambar: Ratusan warga Kelurahan Bencah Lesung, Kecamatan Tenayan Raya, antusias mengikuti penyaluran bantuan beras dan minyak goreng, Rabu (15/4/2026). Meski berjalan tertib, kegiatan ini diwarnai keluhan warga terkait pungutan parkir liar sebesar Rp3.000 oleh oknum pemuda setempat serta banyaknya warga yang kecewa karena namanya tidak terdaftar. Masyarakat mendesak evaluasi sistem distribusi dan tindakan tegas terhadap pungli parkir yang dinilai memberatkan penerima bantuan sosial.
Pekanbaru (Utusan Rakyat) – Kegiatan penyerahan bantuan beras dan minyak goreng di Kelurahan Bencah Lesung, Kecamatan Tenayan Raya, Kota Pekanbaru, berlangsung tertib pada pagi hari ini, Rabu (15/4). Ratusan warga setempat hadir dengan antusiasme tinggi, bersabar menunggu panggilan nama dari panitia kelurahan untuk menerima bantuan sosial tersebut.
Masyarakat terlihat berdesakan secara rapi di lokasi penyerahan, menunjukkan kesadaran kolektif dalam menjaga ketertiban. Namun, tidak sedikit warga yang kecewa karena nama mereka tidak tercantum dalam daftar penerima resmi. Beberapa di antaranya terpaksa pulang dengan tangan hampa setelah memeriksa data panitia.
Puncak ketegangan muncul akibat pungutan parkir liar yang diduga melibatkan oknum pemuda setempat. Petugas parkir tidak resmi ini memungut tarif Rp3.000 per motor, nominal yang dianggap warga terlalu tinggi dan tidak sesuai dengan Peraturan Daerah (Perda) tentang retribusi parkir. Banyak penerima bantuan mengeluhkan pungutan tersebut, terutama karena petugas tidak mengenakan seragam resmi atau identitas jelas.
Menurut keterangan salah satu pelaku pungli yang ditemui di lokasi, mereka mengaku telah berkoordinasi dengan pihak kelurahan. Klaim ini memicu tanda tanya, mengingat tidak ada konfirmasi resmi dari aparat setempat hingga berita ini diturunkan. Pungli semacam ini sering kali merusak citra program bantuan pemerintah.
Tambahan persoalan dialami para penerima bantuan yang namanya terdata, tetapi tidak memiliki undangan fisik. Prosedur ini mempersulit proses verifikasi, menyebabkan antrean memanjang dan ketidaknyamanan bagi warga. Panitia kelurahan disarankan segera mengevaluasi sistem distribusi agar lebih inklusif.
Hingga sore hari, pihak Kelurahan Bencah Lesung belum memberikan pernyataan resmi terkait pungli parkir dan keluhan warga. Masyarakat berharap tindak lanjut cepat dari pemerintah daerah untuk mencegah kejadian serupa di penyerahan bantuan mendatang, demi menjaga kepercayaan publik terhadap program sosial.
/Zakius



















































Discussion about this post