Gambar: Keuskupan Agung Jakarta (KAJ) menggelar kegiatan “Jalan Santai Kerukunan dan Kebhinekaan Lintas Iman 2026” di halaman Gereja Katedral Jakarta sebagai ungkapan syukur atas 219 tahun berdirinya KAJ. Acara yang diikuti oleh 3.500 peserta lintas iman ini dimeriahkan dengan berbagai pertunjukan budaya nusantara, mulai dari barongsai hingga reog ponorogo. Dalam momentum tersebut, dilakukan pula prosesi potong tumpeng serta penanaman bibit pohon Mundu secara simbolis oleh Menteri Agama Nasaruddin Umar, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung, dan Kardinal Ignatius Suharyo sebagai wujud komitmen nyata terhadap Keutuhan Alam Ciptaan dan penguatan moderasi beragama di Indonesia.
JAKARTA (Utusan Rakyat) – Keuskupan Agung Jakarta (KAJ) menyelenggarakan kegiatan bertajuk “Jalan Santai Kerukunan dan Kebhinnekaan Lintas Iman Tahun 2026” sebagai ungkapan syukur memperingati 219 tahun berdirinya KAJ. Acara yang dipusatkan di halaman Gereja Katedral Jakarta ini menjadi momentum penting dalam mempererat persaudaraan antarumat beragama sekaligus menegaskan komitmen terhadap kelestarian lingkungan hidup.
Komitmen Merawat Alam Sebagai Rumah Bersama
Ketua Panitia, Fransiskus Dwikoco Sri Sumantyo, menjelaskan bahwa kegiatan tahun ini selaras dengan Arah Dasar (Ardas) KAJ 2022-2026 yang mengangkat tema “Keutuhan Alam Ciptaan”. Melalui gerakan ini, umat didorong untuk melakukan pertobatan ekologis dan aksi nyata seperti pemilahan sampah guna merawat bumi sebagai Rumah Bersama.
Senada dengan hal tersebut, Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, memberikan apresiasi atas visi KAJ yang sejalan dengan tujuan pemerintah provinsi. Ia juga mengajak KAJ untuk mendukung secara aktif gerakan pilah sampah yang akan dicanangkan Pemprov DKI Jakarta pada 10 Mei 2026.
Simbol Toleransi dan Kebhinnekaan
Sebanyak 3.500 peserta dari berbagai latar belakang hadir memeriahkan acara ini. Mereka terdiri dari perwakilan paroki se-KAJ, tokoh dari lima majelis agama (MUI, PGI, PHDI, Walubi, dan Matakin), aliran penghayat kepercayaan, hingga jajaran instansi pemerintah.
Menteri Agama, Nasaruddin Umar, dalam sambutannya menyoroti bahwa tingkat kerukunan umat beragama di Indonesia saat ini telah mencapai puncak tertinggi, yakni 87%. Ia menegaskan bahwa hubungan harmonis antara Masjid Istiqlal dan Gereja Katedral, yang dihubungkan oleh Terowongan Silaturahmi, merupakan simbol toleransi dunia.
Kemeriahan Budaya dan Aksi Ekoteologi
Sepanjang rute jalan santai sejauh 4 km, para peserta disuguhi berbagai pertunjukan budaya nusantara seperti:
- Ondel-ondel dan Barongsay.
- Tarian Likurai dan Reog Ponorogo.
- Kesenian Bende Mataram Jagakarsa.
Sebagai simbol penguatan komitmen ekoteologi, Menteri Agama menyerahkan bibit pohon Mundu secara simbolis untuk ditanam di paroki-paroki, diikuti dengan penanaman pohon tersebut di halaman Gereja Katedral oleh Menag, Gubernur DKI, dan Uskup Agung Jakarta, Mgr. Ignatius Suharyo.
Uskup KAJ, Kardinal Ignatius Suharyo, menegaskan bahwa perayaan ini merupakan wujud syukur atas penyertaan Tuhan sepanjang sejarah KAJ. “Semoga kebersamaan ini menjadi wujud bersama untuk berbakti kepada Tuhan dan mencintai tanah air,” pungkasnya.
/HMTS



















































Discussion about this post