Gambar: Suasana syukuran ngunduh mantu putri dari Acep Kusnadi (Ketua Brigade Resort GIBAS Kabupaten Bogor) yang berlangsung meriah di Desa Klapanunggal, Bogor Timur, pada 11-12 April 2026. Acara ini dihadiri oleh ribuan tamu undangan, termasuk pimpinan DPP GIBAS, tokoh pemerintahan, ulama, serta ribuan anggota organisasi.
Klapanunggal, Bogor (Utusan Rakyat) – Acara syukuran ngunduh mantu Acep Kusnadi, Ketua Brigade Resort Gabungan Inisiatif Barisan Anak Siliwangi (GIBAS) Kabupaten Bogor, berlangsung meriah selama dua hari dua malam, Sabtu-Minggu (11-12 April 2026). Meski diguyur hujan lebat sejak pukul 15.00 WIB hingga tengah malam, ribuan tamu undangan tetap memadati lokasi acara di Desa Klapanunggal, Bogor Timur, Jawa Barat.
Hadir dalam acara tersebut tokoh pemerintahan seperti Kepala Desa Nambo Nanang, para kades Bogor Timur, ulama, serta pimpinan organisasi masyarakat lainnya. Ribuan masyarakat dari berbagai profesi memberikan doa dan restu kepada tuan hajat Acep Kusnadi dan istri Pipit, serta pasangan pengantin Topik Hidayat (putra Junaedi) dan Sintya Nurmayanti (putri Acep Kusnadi).
Malam Pembukaan dan Hiburan Islami
Malam pertama dibuka dengan pembacaan manaqib oleh Ketua Majelis Ulama Indonesia Ustad Sidik dan Muhammad Ridwan S.E., Ketua Besar GIBAS Resort Kabupaten Bogor. Ulama kondang seperti KH. Tatang Tajudin SQ (Abah Jamesbon dari Republik Dakwah), Ustad Salim Entong, dan hadroh Jadatul Khoir Arrofiiyah pimpinan Ustad Raka turut menyampaikan tausiyah nasehat pernikahan kepada mempelai dan hadirin.
Pada hari kedua, pukul 08.00 WIB dilangsungkan akad nikah, diikuti hiburan seni Sunda Jawa Barat dan band lokal Bogor hingga pukul 24.00 WIB. Suasana semakin hangat dengan kehadiran Dewan Pembina GIBAS seperti Dedi Mulyadi (Gubernur Jawa Barat), serta pimpinan DPP GIBAS: Ketua Umum Rhoni Rhomdoni SH, Sekretaris Jenderal Acep Sudrajat S.E., dan Wakil Ketua Umum Bidang OKK Angga.
Makna Syukuran Sesuai Ajaran Islam dan Warisan Siliwangi
Diwawancarai wartawan Mahpudin S.Pd.I (Kaperwil Media Utusan Rakyat Jawa Barat), Acep Kusnadi menyatakan bahwa nikmat ngunduh mantu merupakan rezeki besar yang harus disyukuri sesuai sifat Silih Asah, Silih Asih, Silih Asuh—jargon identitas GIBAS yang mewarisi Prabu Siliwangi. “GIBAS memiliki 38 provinsi, 300 kabupaten/kota, hingga ribuan ranting desa dengan hampir 50.000 anggota ber-KTA. Ini teladan pendiri bangsa seperti Soekarno-Hatta,” ujarnya.
Muhammad Ridwan S.E., Ketua Besar GIBAS Kabupaten Bogor, menambahkan empat tujuan acara: (1) ucapan terima kasih atas doa restu; (2) keteladanan bersyukur dengan mengundang saudara dan masyarakat; (3) nasehat ulama untuk rumah tangga sakinah mawaddah warahmah; (4) pelestarian budaya Sunda melalui seni dan band, sekaligus memacu ekonomi kreatif serta UMKM seperti intertainment, spanduk, dan kue suguhan.
Ridwan mengkalkulasi biaya hajatan per desa mencapai Rp100 juta, dengan 20 hajatan per hari di 428 desa/kelurahan Bogor berpotensi memutar Rp2,7 triliun per bulan—kontribusi bagi PAD dan belanja desa. Hal ini sejalan dengan UU RI No. 16 Tahun 2019 tentang Perkawinan, QS An-Nur:32, dan Ar-Rum:21.
Dukungan Masyarakat untuk Muhammad Ridwan sebagai Calon Kades Cileungsi Kota
Sebagai manager di Astra Pusat dan tokoh masyarakat Desa Cileungsi Kota (penduduk 22.467 jiwa), Muhammad Ridwan mendapat desakan maju calon Kepala Desa periode 2027-2035 dari tokoh seperti eks Sekdes Ahmad, Rohendi, dan Nining. “Dia unggulan di Bogor Timur,” kata Rohendi. Ridwan merespons rendah hati: “Kehendak Allah SWT. Manusia pemenang seperti padi menunduk saat berisi,” sambil menyodorkan pamplet visi-misinya saat membuka hiburan seni budaya.
Acara ini memperkuat solidaritas GIBAS yang struktural hingga DPP, mencerminkan semangat gotong royong dan pelestarian tradisi Indonesia.
/Mahpudin



















































Discussion about this post