Gambar: Tim penyelamat gabungan melakukan operasi pencarian dan evakuasi korban yang tersapu gelombang besar di perairan dekat Pantai Chaiwan, Hong Kong. Petugas medis terlihat menangani seorang korban di tandu sementara tim SAR menyisir area tersebut menggunakan perahu karet setelah Topan Ragasa memicu gelombang tinggi yang berbahaya.
HONG KONG (Utusan Rakyat) – Sebuah tragedi mengerikan terjadi di Pantai Chaiwan, Hong Kong, ketika sebuah keluarga yang terdiri dari empat orang berusaha untuk menyaksikan gelombang tinggi yang disebabkan oleh Topan Ragasa. Insiden ini terjadi pada Senin, 22 September 2025, dan telah menimbulkan kekhawatiran besar di kalangan masyarakat.
Menurut laporan, keluarga tersebut terdiri dari ayah, ibu berusia 38 tahun, dan dua anak, salah satunya adalah putra berusia 5 tahun. Mereka berusaha untuk menyaksikan gelombang tinggi yang menjulang di pantai, namun tidak menyangka bahwa gelombang besar akan menyapu ibu dan anak tersebut.
Tim SAR dan petugas darurat segera dikerahkan untuk melakukan pencarian terhadap ibu dan anak yang hilang. Pihak berwenang telah melakukan pencarian di sekitar pantai dan laut, namun hingga saat ini belum ada tanda-tanda keberadaan mereka.
Ayah yang selamat dari insiden ini dilaporkan dalam keadaan syok dan sangat khawatir tentang nasib istri dan anaknya. “Saya tidak bisa membayangkan hidup tanpa mereka,” kata ayah tersebut dalam pernyataan yang dikeluarkan oleh pihak keluarga.
Topan Ragasa telah menyebabkan kerusakan parah di beberapa wilayah Hong Kong, termasuk Chaiwan. Gelombang tinggi dan angin kencang telah menyebabkan gangguan transportasi dan listrik, serta kerusakan pada bangunan dan infrastruktur.
Pihak berwenang Hong Kong mengimbau masyarakat untuk tetap waspada dan mengikuti instruksi dari otoritas setempat. Mereka juga mengingatkan masyarakat untuk tidak melakukan aktivitas di pantai atau daerah rawan banjir selama topan masih berlangsung.
(Tari)





















































Discussion about this post