Gambar: Kyai Haji Abdullah Musfiq saat memimpin pertemuan bersama tokoh masyarakat dan pengurus di dalam masjid Pondok Pesantren Madinatul Quran, Desa Gandoang, Bogor. Pertemuan ini membahas komitmen pesantren dalam memberikan pendidikan gratis bagi yatim piatu serta program subsidi silang untuk warga tidak mampu, sebagai wujud nyata pengabdian kepada umat dan upaya mencetak generasi penghafal Al-Quran yang berakhlak mulia.
Desa Gandoang, Kecamatan Cileungsi, Kabupaten Bogor (Utusan Rakyat) – Masyarakat Desa Gandoang dan Kabupaten Bogor kagum dengan kehadiran Pondok Pesantren Madinatul Quran milik Yayasan Amanah Indonesia. Pesantren ini menawarkan subsidi silang bagi warga tak mampu (dhuafa) serta program pendidikan gratis penuh bagi yatim piatu selama tujuh tahun. Inisiatif ini menjadi magnet bagi putra-putri lulusan SD/MI usia 12-13 tahun untuk menghafal Al-Quran, membentuk generasi unggul berakhlak mulia.
Terletak di Perumahan Puri Cileungsi, Jalan Buya Hamka, pesantren ini dirintis oleh Kyai Haji Abdullah Musfiq, alumni Pondok Pesantren Langitan Tuban, Jawa Timur. Dengan semangat ikhlas mengabdi, Kyai Musfiq mengumpulkan dana donatur dari usaha pribadinya selama 10 tahun, terinspirasi Surah Al-Ma’un dan ajaran gurunya di Langitan. Puncaknya pada 2015, rezeki mengalir untuk membeli tanah wakaf seluas 2.000 m² beserta dua rumah, menjadi basis pendidikan Islam modern yang mencetak santri berakhlak, berteknologi, bersih, dan bertakwa. Harta pribadi Kyai Musfiq pun ikut disumbang untuk proyek ini.
Kyai Musfiq mengucapkan terima kasih kepada para donatur atas kepercayaan mereka. “Amanah umat ini akan terus dijaga dan dikembangkan,” ujarnya. Inspirasi utama bersumber dari KH Hasyim Asy’ari, pendiri NU dan Pesantren Tebuireng, yang menekankan pesantren sebagai basis dakwah Islam Ahlussunnah wal Jama’ah, pelestarian sanad ilmu, dan pengamalan untuk kemaslahatan umat. Beliau mewariskan pesan: “Siapa yang menjaga NU, saya akui sebagai santriku. Siapa santriku, saya doakan husnul khatimah.” Kyai Musfiq meneladani visi ini sebagai pengabdian kepada NU dan umat.
Dalam wawancara dengan wartawan, Kyai Musfiq berharap sinergi program Presiden RI Jenderal Prabowo dengan ulama dan umaro berbasis rakyat. “Bangsa Indonesia merdeka tak lepas peran ulama, tentara, dan rakyat. Mari bangun semua aspek kehidupan bersama,” katanya sambil mengundang Gubernur Jawa Barat atau Bupati Bogor untuk peresmian mendatang sebagai simbol kerjasama ulama-umara.
Ustad Juweni, tokoh masyarakat Desa Gandoang, menyambut positif. “Saya sangat bahagia dan mendukung penuh. Ini berkah bagi anak-anak desa,” ungkapnya antusias. Kehadiran Madinatul Quran diharapkan menjadi pusat peradaban, dakwah, dan pendidikan akhlak di Bogor.
Ayo titipkan putra-putri Bapak/Ibu ke Pondok Pesantren Madinatul Quran yang amanat pada donatur, prinsip keumatan, subsidi silang untuk warga tak mampu dan yatim piatu – GRATIS!
/Biro Bogor Parman – Kaperwil Jabar Mahpudin



















































Discussion about this post