Gambar: Sebuah truk fuso berwarna oranye dengan nomor pintu M 079 yang mengangkut kayu akasia milik RAPP terguling di badan jalan kawasan Km 43, Pekanbaru. Muatan kayu gelondongan tampak berserakan menutupi sebagian besar ruas jalan, menyebabkan arus lalu lintas terganggu sementara sejumlah pekerja dan warga terlihat berada di lokasi kejadian untuk membantu proses evakuasi.
Pekanbaru (Utusan Rakyat) – Truk pengangkut kayu milik PT RAPP, kontraktor di kawasan industri Riau, diduga kelebihan muatan hingga terguling di KM 43 Simpang Perak, Pekanbaru, sekitar pukul 15.20 WIB sore tadi. Insiden ini memicu kemacetan parah di jalan lintas utama, memaksa pihak berwenang menurunkan alat berat untuk membersihkan tumpukan kayu yang berserakan.
Berdasarkan laporan saksi mata dan petugas lalu lintas setempat, truk bermuatan kayu cip ekaliptus milik PT RAPP (perusahaan pengolahan pulp dan paper ternama di Riau) kehilangan keseimbangan saat melintas di tanjakan Simpang Perak. Dugaan kuat kelebihan muatan menjadi penyebab utama, karena muatan kayu yang melimpah tumpah ke aspal, menghalangi lalu lintas dua arah. Akibatnya, antrian kendaraan membentang hingga kilometer, terutama memengaruhi pengguna jalan dari arah Pekanbaru menuju pangkalan kerinci dan sebaliknya.
Petugas Polisi Lalu Lintas Polres Pekanbaru langsung dikerahkan ke lokasi untuk mengatur arus lalu lintas dan melakukan olah TKP. Satu unit bekoloder pihak prusahaan diturunkan sekitar pukul 16.00 WIB untuk mengangkat kayu-kayu yang berserakan. Hingga pukul 17.00 WIB, pembersihan masih berlangsung, dan kemacetan diprediksi bertahan hingga malam hari.
> “Kami menduga kelebihan muatan sebagai faktor utama kecelakaan ini. Pengemudi truk selamat tanpa luka serius, tapi kami akan selidiki lebih lanjut termasuk kelengkapan dokumen muatan dari PT RAPP,” ujar warga yang ditemui awak media
PT RAPP belum memberikan pernyataan resmi terkait insiden ini. Namun, sumber internal perusahaan menyatakan bahwa truk tersebut merupakan bagian dari operasional harian pengangkutan kayu dari hutan tanaman industri (HTI) di wilayah Riau. Kasus serupa pernah terjadi di kawasan yang sama pada tahun lalu, menimbulkan kekhawatiran soal keselamatan muatan berat di jalan nasional.
Hingga berita ini disusun, tidak ada korban jiwa dilaporkan, meski kerugian material diperkirakan mencapai puluhan juta rupiah akibat mobil truk yang rusak dan biaya pembersihan. Masyarakat diimbau menghindari rute tersebut dan memantau update dari Dishub Riau.
(CH)





















































Discussion about this post