Gambar: Wakil Ketua DPRD Bogor Junaedi Samsudin, S.E. dalam acara buka puasa bersama 3.000 warga Bogor Timur dan santuni anak yatim dari 75 desa Sujud Center di Majelis Taklim Baitul Janah, Desa Limusnunggal, Cileungsi, di tengah hujan lebat.
CILEUNGSI (Utusan Rakyat) – Wakil Ketua DPRD Kabupaten Bogor, Junaedi Samsudin, S.E., menggelar buka puasa bersama 3.000 masyarakat Bogor Timur (Botim) sekaligus menyerahkan santunan kepada anak yatim piatu. Acara berlangsung di tengah hujan lebat di Majelis Taklim Baitul Janah, Desa Limusnunggal, Kecamatan Cileungsi, Kabupaten Bogor.
Kegiatan ini dihadiri perwakilan Sujud Center dari 75 desa se-Bogor Timur yang membawa anak-anak yatim untuk menerima santunan. Meskipun hujan deras mengguyur wilayah setempat, semangat warga tak surut. Banyak peserta yang rela bertahan di luar area acara karena keterbatasan ruang pada majelis taklim tersebut.
Ketua Panitia Asep Martono menegaskan, acara ini merupakan program rutin setiap Ramadhan yang menunjukkan kepedulian Junaedi Samsudin terhadap konstituennya. “Ini bukti bahwa beliau adalah pejabat yang mendengar aspirasi masyarakat,” ujar Asep. Program ini juga menjadi wujud nyata peran wakil rakyat di luar fungsi legislatif.
Sebagai Wakil Ketua DPRD, Junaedi Samsudin memiliki tugas pokok dan fungsi sesuai Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2023 tentang Anggota DPRD. Pertama, fungsi legislasi yakni membentuk Peraturan Daerah (Perda) bersama Pemerintah Daerah Kabupaten Bogor. Kedua, mengawal anggaran pembangunan daerah.
Ketiga, fungsi pengawasan dan pemberian masukan pembangunan yang akan tertuang dalam Rencana Pembangunan Jangka Pendek Daerah (RPJPD), Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD), serta Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah (RPJP). Dokumen ini menjadi program kerja daerah untuk kesejahteraan masyarakat Kabupaten Bogor.
Di luar tugas legislatif, Junaedi menjalankan program unggulan “Peduli dan Refleks” untuk menangkap suara riil masyarakat Bogor Timur. Salah satu prioritasnya adalah mengawal pembentukan Daerah Otonomi Baru (CDOB) Bogor Timur yang telah diusulkan ke Kementerian Dalam Negeri sejak 2021.
Program ini juga mencakup penyediaan lapangan kerja di tengah tantangan ekonomi. Banyak perusahaan yang pindah ke Jawa Tengah karena Upah Minimum Kabupaten/Kota (UMK/UMR) lebih murah, menyebabkan pemutusan hubungan kerja (PHK) massal terhadap karyawan tetap maupun kontrak.
“Itulah aspirasi di luar tugas pokok dan fungsi yang saya dengar langsung dari masyarakat,” tegas Junaedi Samsudin, S.E. Program sosial seperti bukber dan santunan yatim menjadi bagian dari komitmennya menjembatani kebutuhan konstituen dengan kebijakan daerah.
Kepala Desa Limusnunggal, Galih, S.E., menyampaikan apresiasi atas program Sujud Center. “Saya merasa antusias dan bersemangat. Program ini sangat membantu duafa dan yatim di desa kami,” ungkapnya. Ia juga mengapresiasi kepekaan wakil rakyat terhadap warga pinggiran.
Di tengah hujan lebat, Galih rela hujan-hujanan karena area acara tak mampu menampung 3.000 undangan dari Daerah Pemilihan (Dapil) 2 Bogor Timur. “Kegembiraan tak terhingga terasa hari ini,” katanya sambil menahan basah oleh guyuran air.
Galih berharap acara serupa digelar setiap Ramadhan dan menjadi contoh bagi 10 wakil rakyat dari Dapil 2 Bogor Timur. “Semakin banyak masyarakat yang terbantu dan beban hidupnya diringankan,” tambahnya antusias. Program ini dianggap efektif menjangkau masyarakat grass root.
Kegiatan ini mempererat hubungan legislatif-konstituen sekaligus menjadi momentum berbagi kebahagiaan di bulan Ramadhan. Junaedi Samsudin menegaskan komitmennya terus menjalankan program sosial untuk kesejahteraan warga Bogor Timur, baik melalui fungsi legislatif maupun inisiatif langsung.
/Mahpudin





















































Discussion about this post