Gambar: Warga Kampung Tengah, Cileungsi, Bogor, menyambut antusias penyaluran program unggulan Makan Bergizi Gratis (MBG) gagasan Presiden Prabowo Subianto pada Selasa, 13 Mei 2026. Di Posyandu Kenangan 05, sebanyak 198 penerima manfaat yang terdiri dari balita, ibu hamil, dan ibu menyusui menerima paket makanan bergizi lengkap dengan tambahan buah-buahan. Ketua Posyandu, Erna Wati, memastikan pendistribusian berjalan tepat sasaran berdasarkan data kader. Program ini dinilai sangat membantu masyarakat dalam pemenuhan gizi keluarga sekaligus meringankan beban ekonomi warga tingkat bawah.
Cileungsi, Bogor (Utara Rakyat) – Program unggulan Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, dinilai sangat membantu masyarakat, khususnya di lingkungan posyandu yang ada di Cileungsi, Bogor.
Pada Selasa, 13 Mei 2026, penyaluran program Makan Bergizi Gratis berlangsung di Kampung Tengah, RT 01/RW 05, Cileungsi, Bogor, dengan pendistribusian yang dilakukan secara teliti dan sesuai data penerima manfaat. Adapun sasaran program ini meliputi balita, ibu hamil, dan ibu menyusui. Sementara itu, untuk kelompok lansia, kemungkinan akan menyusul pada tahap berikutnya.
Ketua Posyandu Kenangan 05 Kampung Tengah, Cileungsi, Bogor, Erna Wati, bersama para anggota posyandu lainnya, yakni Neneng Rudy, Amah, Novi, Mariam, dan Nining, mengatakan bahwa para penerima manfaat menyambut program ini dengan antusias dan rasa syukur.
“Data yang tercantum dalam lampiran buku khusus harus sesuai dengan data yang dimiliki kader posyandu untuk setiap keluarga penerima manfaat. Dengan demikian, penyaluran bantuan dapat berjalan tepat sasaran,” ujar salah satu kader posyandu.
Untuk penyaluran hari itu, selain menerima makanan bergizi gratis dari program unggulan Presiden Republik Indonesia, para penerima manfaat juga memperoleh makanan kering dan buah-buahan sebagai rapelan, mengingat keesokan harinya merupakan hari libur nasional.
Di Posyandu Kenangan 05, jumlah penerima manfaat program Makan Bergizi Gratis tercatat sebanyak 198 orang, yang terdiri atas balita, ibu menyusui, dan ibu hamil. Para orang tua, baik ibu-ibu maupun bapak-bapak, mengaku sangat senang dengan adanya program tersebut dan berharap agar Makan Bergizi Gratis dapat terus berlanjut secara berkesinambungan.
Salah seorang warga menilai bahwa program ini bukan hanya membantu pemenuhan gizi keluarga, tetapi juga meringankan beban ekonomi masyarakat di tingkat bawah.
/Parman



















































Discussion about this post