Gambar: Peringatan Hari Raya Kenaikan Tuhan Yesus Kristus menjadi momentum sakral bagi St. Viktor James Napitupulu untuk merefleksikan keagungan Tuhan dan jati dirinya sebagai pengikut Kristus yang taat. Beliau memaknai peristiwa ini sebagai simbol kedaulatan Kristus dan janji penyertaan Roh Kudus (Yohanes 14:2) yang memberikan kekuatan di tengah berbagai tantangan hidup atau “aral melintang”. Bagi St. Viktor, baik suka maupun duka adalah karunia yang patut disyukuri, dan beliau berkomitmen untuk terus menjaga integritas, moralitas, serta menjadi saksi Kristus yang berani dan rendah hati di tengah dinamika pelayanan dan sosial.
PEKANBARU (Utusan Rakyat) – Hari Raya Kenaikan Tuhan Yesus Kristus ke Surga merupakan peristiwa agung yang melampaui batas dimensi sejarah bagi seluruh umat Kristiani di dunia. Peristiwa ini bukan sekadar perayaan rutin dalam kalender liturgis, melainkan sebuah proklamasi iman tentang kedaulatan Kristus yang telah menyelesaikan tugas penyelamatan-Nya di bumi dan kembali ke takhta kemuliaan-Nya untuk menyediakan tempat yang kekal bagi orang percaya.
Makna Kenaikan bagi umat Kristiani secara umum adalah sebuah janji akan penyertaan yang tidak berkesudahan melalui Roh Kudus. Sebagaimana tertulis dalam Alkitab pada Yohanes 14:2; “Di rumah Bapa-Ku banyak tempat tinggal. Jika tidak demikian, tentu Aku mengatakannya kepadamu. Sebab Aku pergi ke situ untuk menyediakan tempat bagimu.” Ayat ini menjadi landasan harapan bahwa setiap perjuangan di dunia ini memiliki tujuan akhir yang mulia dan pasti.
Bagi St. Viktor James Napitupulu, peringatan Kenaikan tahun ini menjadi momentum sakral untuk merenungkan kembali jati dirinya sebagai seorang pengikut Kristus yang taat. Beliau memaknai hari besar ini sebagai kesempatan untuk mensyukuri keagungan Tuhan yang telah menuntun setiap langkah hidupnya, baik dalam suka maupun duka, serta dalam berbagai dinamika pengabdian yang ia jalani selama ini.
Dalam refleksinya, St. Viktor James Napitupulu menyatakan rasa bangganya yang tulus sebagai seorang Kristen yang hidup di bawah naungan kasih karunia. Beliau meyakini bahwa identitas rohani ini adalah anugerah terbesar yang memberikannya kekuatan untuk tetap berdiri tegak, meski badai kehidupan terkadang datang silih berganti mencoba menggoyahkan prinsip kebenaran yang ia yakini.
Ia menyadari sepenuhnya bahwa perjalanan hidup seorang hamba Tuhan tidaklah lepas dari “aral melintang” yang sering kali muncul secara tak terduga. Tantangan tersebut, menurut beliau, bukanlah penghalang yang harus ditakuti, melainkan sebuah ujian pemurnian iman untuk melihat sejauh mana seorang pelayan Tuhan mampu bersandar sepenuhnya pada hikmat yang datang dari atas.
Segala rintangan, fitnah, maupun ketidakadilan yang mungkin dialami dalam dinamika pelayanan, justru dianggap sebagai katalisator yang meneguhkan langkahnya. St. Viktor James Napitupulu mengimani bahwa Yesus Kristus adalah Tuhan dan Juru Selamat yang sesungguhnya, yang tidak pernah membiarkan umat-Nya berjalan sendirian di tengah lembah kekelaman sekalipun.
“Keagungan Tuhan terbukti ketika kita tetap mampu bersyukur di saat situasi sulit sekalipun. Momentum Kenaikan ini mengingatkan saya bahwa meskipun Yesus sudah naik ke Surga, otoritas-Nya atas hidup kita tetap nyata dan tak terbatas,” ujar St. Viktor dengan penuh keyakinan dalam sebuah sesi renungan batin.
“Bahkan apapun yang ada pada kami, baik suka dan duka merupakan karunia dari Tuhan Yesus Kristus yang patut disyukuri,” ungkap St. Viktor James Napitupulu.
Beliau memandang bahwa setiap berkat yang menyertai kehidupannya, baik materi maupun ketenangan batin, adalah hasil dari kesetiaan dalam mengimani rancangan Tuhan. Rasa syukur tersebut ia wujudkan melalui komitmen untuk terus menjaga integritas dan moralitas sebagai seorang Kristiani yang terpanggil untuk menjadi terang dan garam di tengah masyarakat.
Refleksi ini juga menyentuh aspek ketabahan hati dalam menghadapi berbagai perlakuan yang tidak menyenangkan atau hambatan dalam pengabdian di gereja. Bagi beliau, kemenangan Kristus atas maut dan kenaikan-Nya ke takhta kemuliaan adalah bukti autentik bahwa kebenaran akan selalu menemukan jalannya untuk bercahaya, sesulit apa pun tantangan yang dihadapi.
Keyakinan teguh ini membawa St. Viktor James Napitupulu pada sebuah kesimpulan iman bahwa Yesus Kristus adalah satu-satunya sandaran yang kokoh. Beliau mengajak jemaat dan rekan pelayan lainnya untuk kembali menatap ke atas, ke tempat di mana Kristus bertakhta, agar setiap persoalan duniawi tidak membuat mereka kehilangan arah dan semangat dalam melayani.
Integrasi antara iman dan perbuatan menjadi poin krusial dalam pemaknaan Kenaikan ini bagi beliau. Beliau percaya bahwa kenaikan Kristus menuntut setiap orang percaya untuk meningkatkan kualitas hidup rohaninya, bertransformasi dari cara berpikir duniawi menuju cara berpikir surgawi yang penuh kasih, kejujuran, dan keadilan.
Secara khusus, momen ini juga digunakan beliau untuk memohon hikmat agar senantiasa diberikan kelapangan hati dalam memaafkan dan keteguhan dalam membela kebenaran. Beliau mengimani bahwa janji penyertaan Tuhan adalah nyata setiap hari, sehingga tidak ada alasan untuk ragu dalam melangkah, selama langkah tersebut berjalan selaras dengan kehendak firman-Nya.
Harapan besar yang beliau usung melalui refleksi ini adalah agar setiap umat Kristiani dapat merasakan kedamaian yang sama, yaitu kedamaian yang melampaui segala akal. Bahwa aral melintang hanyalah persinggahan sementara, sedangkan tujuan akhir kita adalah kemuliaan bersama Kristus yang telah naik dan akan datang kembali sebagai Hakim yang adil.
Sebagai penutup, St. Viktor James Napitupulu menegaskan kembali komitmennya untuk terus menjadi saksi Kristus yang berani dan rendah hati. Beliau menjadikan kebanggaan sebagai anak Tuhan sebagai motor penggerak untuk terus berkontribusi bagi sesama, tanpa harus gentar menghadapi berbagai dinamika sosial maupun pelayanan yang sedang berlangsung.
Refleksi ini disampaikan dengan harapan agar pesan Kenaikan Tuhan Yesus Kristus dapat menyentuh setiap sanubari umat, membawa pemulihan, dan membangkitkan semangat juang iman yang tidak tergoyahkan oleh situasi apa pun. Kiranya kasih dan penyertaan Tuhan Yesus Kristus senantiasa menyertai kita semua, dari sekarang sampai selama-lamanya.
/Red-UR



















































Discussion about this post