Gambar: Potret memilukan pasca-banjir bandang yang menerjang Kecamatan Cigudeg, Kabupaten Bogor, pada Sabtu malam (17/4/2026). Dalam suasana remang dan kondisi fisik yang dipenuhi lumpur, tampak beberapa warga Kampung Nanggung, Desa Bangunjaya, sedang berusaha keras membersihkan sisa-sisa material banjir yang merendam hunian mereka.
Bogor (Utusan Rakyat) – Banjir bandang dahsyat menerjang Kecamatan Cigudeg, Kabupaten Bogor, pada Sabtu malam (17/4/2026) sekitar pukul 20.00 WIB, menyusul hujan deras yang mengguyur wilayah tersebut berjam-jam. Peristiwa ini merendam enam desa dan menimbulkan kerusakan signifikan, sekaligus memunculkan keluhan warga soal ketidakadilan distribusi bantuan bencana.
Enam desa yang terdampak parah meliputi Cintamanik, Argapura, Bangunjaya, Rengasjajar, Batujajar, dan Tegalega. Arus air deras datang secara mendadak, merendam ratusan rumah warga hingga kedalaman 1-2 meter, merusak jalan desa, jembatan gantung, serta fasilitas umum seperti posyandu dan mushola. Ribuan warga mengungsi sementara, sementara aktivitas ekonomi lumpuh akibat lumpur tebal yang menumpuk.
Hingga Minggu (18/4/2026), warga masih berjuang membersihkan sisa material banjir. Tak hanya kerugian materi, banjir ini juga mengancam kesehatan karena air tercemar membawa sampah dan limbah. Tim BPBD Kabupaten Bogor telah dikerahkan, namun distribusi bantuan dinilai belum merata oleh sebagian korban.
Keluhan paling vokal muncul dari warga Kampung Nanggung, RT 02/05, Desa Bangunjaya. Mereka mengaku belum tersentuh bantuan moril maupun materil dari pemerintah desa maupun kecamatan. “Kami bingung, kenapa aparatur tidak peduli. Apakah gara-gara politik masa lalu di desa? Kami sama seperti warga lain yang berhak dibantu,” keluh salah seorang warga yang enggan disebut identitasnya saat ditemui Utusan Rakyat.
Kaperwil Jawa Barat turun mengkritik dugaan kegagalan Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (BPMD) Kabupaten Bogor dalam membina SDM aparatur pemerintah desa. “Ini menimbulkan rasa ketidakadilan pada korban bencana, apalagi jika dipengaruhi isu politik lama. BPMD gagal maksimalkan pelatihan penanganan bencana di tingkat desa,” tegas Kaperwil kepada media ini.
Kaperwil mendesak Pemkab Bogor memprioritaskan peran Camat Cigudeg sebagai koordinator utama, sesuai arahan Bupati Bogor dan Kepala Dinas BPMD. “Tugas pokok camat adalah mengawal bantuan hingga akar rumput. Jangan sampai kegagalan SDM desa jadi alasan bantuan terhambat,” tambah mereka, menekankan perlunya evaluasi cepat agar distribusi tepat sasaran.
Hingga berita ini diturunkan pada Rabu (22/4/2026), belum ada keterangan resmi dari Pemkab Bogor, Camat Cigudeg, maupun Kepala BPMD terkait keluhan tersebut. Warga Kampung Nanggung berharap intervensi segera untuk memastikan bantuan merata, mencegah eskalasi ketidakpuasan sosial pasca-bencana.
/Parman



















































Discussion about this post