Gambar: Foto pasangan Bupati Bolaang Mongondow Terpilih Periode 2025–2030, Yusra Alhabsyi, SE., M.Si. (kiri), bersama Wakil Bupati Terpilih, Dony Lumenta (kanan). Melalui visi-misi kepemimpinannya, Pemkab Bolaang Mongondow siap merealisasikan program bantuan permodalan bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) mulai awal Juni 2026 mendatang sebagai langkah nyata pengentasan kemiskinan dan pemerataan ekonomi berbasis kearifan lokal.
Lolak, Bolaang Mongondow (Utusan Rakyat) – Program bantuan Pemerintah Daerah bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Kabupaten Bolaang Mongondow akan direalisasikan pada tahun 2026 sesuai tata cara pengelolaan keuangan daerah.
Kabar gembira bagi masyarakat Bolaang Mongondow, kata Bupati Yusra Alhabsyi, SE., M.Si., kepada awak media. “Program bantuan Bupati dan Wakil Bupati Bolaang Mongondow bagi pelaku UMKM akan mulai dilaksanakan pada awal Juni 2026. Ini merupakan aksi nyata dari visi dan misi kami untuk mensejahterakan masyarakat, terutama para pelaku usaha yang kekurangan modal. Melalui kearifan lokal, diharapkan roda perekonomian rakyat di tingkat bawah terasa dan berkelanjutan, tercipta lapangan kerja, pengangguran berkurang, serta warga mendapat bantuan untuk hidup layak sebagai upaya pengentasan kemiskinan,” jelas Yusra Alhabsyi dengan penuh antusias.
Selanjutnya, Yusra menghimbau agar para penerima bantuan memanfaatkannya untuk fokus mengembangkan usaha. “Gunakan bantuan untuk pengembangan usaha dan perbaikan taraf ekonomi kalian, karena yang akan merasakan manfaatnya adalah kalian sendiri. Semoga niat luhur ini mewujudkan harapan kita semua,” ujar Yusra, yang dikenal ramah dan pro-rakyat.
Sementara itu, Ketua Profesional Jaringan Mitra Negara (PROJAMIN) BMR, Dolly H. Paputungan, SE., mengatakan, “Program Bupati dan Wakil Bupati dalam membantu pelaku UMKM merupakan bentuk kepedulian nyata terhadap masyarakat. Dengan demikian, stabilitas ekonomi di pedesaan akan berjalan baik dan berpotensi meningkatkan taraf hidup rakyat, terutama bagi masyarakat di bawah garis kemiskinan.”
Terkait kritik dari beberapa LSM dan media mengenai janji program UMKM yang belum terealisasi, Dolly menanggapi, “Kritik itu tidak berdasar karena pemerintahan Yusra’Don sedang berjalan sesuai tahapan program yang disesuaikan dengan pengelolaan anggaran sebagaimana tertuang dalam APBD setiap tahunnya. Bupati Yusra telah menyampaikan bahwa bantuan UMKM akan mulai bergulir pada awal Juni 2026, jadi apa yang perlu disalahkan?” ujar Dolly, yang notabene mantan anggota DPRD Bolmong dan aktivis pegiat sosial.
Manfaat UMKM bagi masyarakat:
- Membuka lapangan kerja, menyerap tenaga kerja dalam jumlah besar dan mengurangi kesenjangan sosial dengan membuka peluang usaha bagi masyarakat.
- Pemerataan ekonomi daerah, mendorong pembangunan ekonomi hingga ke pelosok desa karena fleksibilitasnya mengikuti potensi dan kearifan lokal.
- Meningkatkan kesejahteraan, menjadi sumber pendapatan berkelanjutan dan sarana efektif untuk memberdayakan masyarakat dari jurang kemiskinan.
- Memenuhi kebutuhan sehari-hari, memudahkan akses masyarakat untuk mendapatkan barang dan jasa secara cepat dan terjangkau.
/Nel Abay-Dolly HP



















































Discussion about this post