Gambar: Wakil Bupati Dairi, Wahyu Daniel Sagala, didampingi jajaran pengurus pusat dan daerah serta tokoh adat, melakukan pemukulan gong sebagai tanda resmi dibukanya Peringatan HUT ke-28 HIMPAK se-Indonesia dan Focus Group Discussion (FGD) di Balai Budaya Sidikalang, Sabtu (24/10/2026). (Foto: Utusan Rakyat/Clara)
DAIRI (Utusan Rakyat) – Wakil Bupati Dairi, Wahyu Daniel Sagala, berharap Himpunan Masyarakat Pakpak (HIMPAK) terus memperkuat perannya sebagai simpul pemersatu masyarakat sekaligus pilar utama dalam menjaga, melestarikan, dan mengembangkan kebudayaan Pakpak di tengah arus modernisasi.
Harapan tersebut disampaikan Wahyu saat menghadiri peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-28 HIMPAK se-Indonesia yang dirangkai dengan kegiatan Focus Group Discussion (FGD) bertema “Penguatan Peran dan Posisi Lembaga Adat dan Sulang Silima Pakpak di Silima Suak”, di Balai Budaya Sidikalang, Sabtu (24/10/2026).
Atas nama pribadi dan Pemerintah Kabupaten Dairi, Wahyu menyampaikan ucapan selamat kepada seluruh keluarga besar HIMPAK yang tersebar di berbagai daerah.
Menurutnya, perjalanan 28 tahun merupakan fase kedewasaan organisasi yang patut diapresiasi sekaligus menjadi momentum untuk memperkuat solidaritas, memperluas kontribusi, dan meningkatkan peran organisasi dalam kehidupan sosial dan kebudayaan masyarakat Pakpak.
“Semoga HIMPAK semakin solid, semakin berkiprah, serta terus konsisten menjadi simpul pemersatu dan pilar utama pelestarian budaya Pakpak,” ujar Wahyu.
Ia juga menyampaikan apresiasi atas penyelenggaraan FGD yang mengangkat tema strategis mengenai penguatan peran lembaga adat dan Sulang Silima Pakpak di Silima Suak.
Menurut Wahyu, pelestarian kebudayaan bukan sekadar menjaga warisan masa lalu, melainkan juga memastikan nilai-nilai luhur adat tetap hidup, dipahami, dan menjadi pedoman bagi generasi penerus dalam menghadapi tantangan zaman.
“Di tengah derasnya arus modernisasi dan perubahan zaman, menjaga serta merawat nilai-nilai luhur kebudayaan merupakan tantangan sekaligus tanggung jawab besar kita bersama,” katanya.
Wahyu menegaskan, Sulang Silima merupakan bagian penting dari tatanan adat, sistem kekerabatan, serta kearifan lokal masyarakat Pakpak yang memiliki peran strategis dalam menjaga keharmonisan hubungan sosial.
Keberadaan Sulang Silima, lanjutnya, tidak semata-mata menjadi identitas budaya dan sejarah, tetapi juga mengandung nilai-nilai moral yang dapat menjadi landasan dalam membangun kebersamaan, menyelesaikan persoalan kemasyarakatan, serta memperkuat persatuan di tengah keberagaman.
Karena itu, ia berharap FGD tersebut tidak berhenti pada diskusi dan pertukaran gagasan, tetapi mampu menghasilkan pemikiran serta rekomendasi konstruktif untuk memperkuat eksistensi lembaga adat dan Sulang Silima dalam kehidupan masyarakat.
“FGD ini harus menjadi ruang pemikiran yang kritis, inklusif, dan konstruktif. Kita menginginkan lembaga adat dan Sulang Silima tidak hanya kokoh dalam struktur adat, tetapi juga adaptif, berwibawa, serta responsif terhadap dinamika pembangunan modern tanpa kehilangan akar kearifan lokalnya,” ungkap Wahyu.
Lebih lanjut, ia menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten Dairi untuk terus membangun kolaborasi dengan HIMPAK dan seluruh elemen pemangku adat dalam memajukan kebudayaan daerah sekaligus mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Menurutnya, pembangunan daerah tidak cukup hanya bertumpu pada aspek fisik dan ekonomi, tetapi juga harus ditopang oleh karakter masyarakat, nilai-nilai budaya, serta identitas lokal yang kuat.
“Pemerintah Kabupaten Dairi berkomitmen untuk terus berkolaborasi dengan HIMPAK dan seluruh elemen pemangku adat dalam memajukan kebudayaan dan menyejahterakan masyarakat. Sebab, kejayaan suatu daerah dibangun atas dasar karakter dan nilai-nilai kebudayaannya yang kuat,” tuturnya.
Peringatan HUT ke-28 HIMPAK ini menjadi momentum untuk mempererat tali persaudaraan masyarakat Pakpak sekaligus memperkuat komitmen bersama dalam menjaga keberlangsungan adat dan budaya agar tetap relevan di tengah perkembangan zaman.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Direktur Tanaman Semusim/Tahunan Kementerian Pertanian RI, Dr. Abdul Roni Angkat, S.TP., M.Si.; Anggota DPRD Sumatera Utara, Alfriansyah Ujung, S.T.; Ketua DPP HIMPAK Indonesia, Dr. Drs. H. Citra Efendi Capah, M.A.P.; Ketua DPP HIMPAK Kabupaten Dairi, H. Raja Ardin Ujung; Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Dairi, H. Riswan Gajah; Ketua MUI, Wahlin Munthe; tokoh masyarakat Abdul Angkat, Zuhri Bintang, dan Saut Ujung; serta Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Dairi, Iwan Taruna Berutu.
/Clara Siahaan | Kaperwil Sumut




















































Discussion about this post