Gambar: Gedung Dinas Pendidikan Kota Pekanbaru diselimuti kabut asap. Seiring memburuknya kualitas udara, instansi ini resmi menerbitkan kebijakan perpanjangan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) bagi seluruh sekolah di Kota Pekanbaru guna melindungi kesehatan para siswa.
Pekanbaru (Utusan Rakyat) – Kondisi kualitas udara di Kota Pekanbaru hingga Selasa (8/9/2026) belum menunjukkan perubahan berarti dibandingkan hari sebelumnya. Mengutamakan kesehatan dan keselamatan anak-anak, Pemerintah Kota Pekanbaru memutuskan memperpanjang Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) selama satu hari pada Rabu (9/9/2026).
Wali Kota Pekanbaru Agung Nugroho mengatakan, keputusan tersebut merupakan langkah kehati-hatian setelah mempertimbangkan perkembangan kualitas udara serta laporan kesehatan masyarakat.
Sebelumnya Pemko Pekanbaru sudah mengeluarkan surat edaran tanggal 7/9/2026 melalui Disdik Kota Pekanbaru yang mana Pembelajaran Jarak Jauh diberlakukan untuk semua sekolah mulai dari tingkat PAUD,TK,SD,SMP dan SMA Negeri dan Swasta di Kota Pekanbaru terhitung pada hari senin 7- 8/9/2026.
“Kualitas udara masih relatif sama. Karena itu, PJJ kita perpanjang satu hari. Keputusan ini bukan untuk membuat masyarakat khawatir, tetapi sebagai langkah kehati-hatian karena kesehatan dan keselamatan anak-anak harus kita utamakan,” ujar Agung.
Berdasarkan laporan layanan kesehatan, tercatat 3.056 kasus gangguan kesehatan selama periode kabut asap. Sebanyak 2.751 di antaranya merupakan kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA), sedangkan lainnya meliputi konjungtivitis, iritasi kulit, dan asma. Penambahan pasien tercatat rata-rata sekitar 220 orang per hari, dengan tren peningkatan mencapai 91 persen.
Berdasarkan laporan BMKG, saat ini terpantau 72 titik panas di wilayah Riau. BMKG juga menyampaikan bahwa berdasarkan pemantauan arah angin, kondisi udara Pekanbaru turut dipengaruhi oleh sebaran asap dari berbagai wilayah, baik dari dalam Provinsi Riau maupun dari luar provinsi, termasuk Sumatera Selatan, Jambi, dan daerah sekitarnya.
Di tengah kondisi tersebut, harapan kualitas udara dapat segera membaik. BMKG memprakirakan potensi hujan mulai muncul pada 9 hingga 11 September, dengan peluang dan intensitas yang diperkirakan semakin meningkat pada 11 September.
“Kita berharap hujan benar-benar turun sesuai prakiraan BMKG. Mudah-mudahan dapat membantu menurunkan konsentrasi PM2.5 sehingga udara Pekanbaru kembali lebih sehat dan aktivitas masyarakat, terutama anak-anak, dapat kembali berjalan normal,” Ucapnya
Pemko juga memahami adanya kendala jaringan listrik akibat pemeliharaan yang dilakukan PLN di sejumlah wilayah. Karena itu, sekolah dan tenaga pendidik diminta menyesuaikan pelaksanaan PJJ secara fleksibel, tetap bermakna, serta tidak memberikan tugas yang membebani anak-anak maupun orang tua.
Plt Kepala Dinas Pendidikan Kota Pekanbaru Abdul Jamal segera menerbitkan surat resmi mengenai perpanjangan PJJ tersebut. Sementara itu, perkembangan kualitas udara, cuaca, titik panas, dan kondisi kesehatan masyarakat akan terus dipantau secara berkala bersama instansi terkait.
Pembelajaran tatap muka ditargetkan kembali dimulai pada Kamis (10/9/2026), dengan tetap mempertimbangkan hasil pemantauan kualitas udara terbaru.
“Kami memohon pengertian dan dukungan para orang tua. PJJ bukan berarti libur, tetapi penyesuaian sementara agar anak-anak tetap belajar dengan aman. Mari kita sama-sama berdoa semoga hujan segera turun dan kualitas udara Pekanbaru kembali membaik,” Ucap Agung
Pantauan utusanrakyat.id dilapangan kualitas udara hari ini Rabu, 9/9/2026 masih terlihat sama dengan hari sebelum nya, cuaca dan suhu udara yang panas serta kabut asap dapat dirasakan langsung oleh masyarakat yang beraktivitas diluar rumah.
Laporan utusanrakyat.id Wakabiro kota Pekanbaru | Alex





















































Discussion about this post