Gambar: Para santriwan dan santriwati bersama pembimbing berfoto bersama di atas panggung sambil memegang piala, piagam penghargaan, dan poster bertema Hari Santri Nasional 2026 usai pengumuman pemenang lomba di Bojong Girang, Desa Bojong, Kecamatan Kelapa Nunggal, Kabupaten Bogor, Minggu (25/10/2026). (Foto: Utusan Rakyat/Parman)
BOGOR (Utusan Rakyat) – Ribuan santriwan, santriwati, serta badan otonom (Banom) Nahdlatul Ulama se-Kecamatan Kelapa Nunggal turut memeriahkan Kirab Peringatan Hari Santri Nasional yang dipusatkan di Bojong Girang, RT 04/RW 09, Desa Bojong, Kecamatan Kelapa Nunggal, Kabupaten Bogor, tepatnya di depan TPQ Nurul Falah, Minggu (25/10/2026).
Kegiatan ini diikuti oleh sekitar 1.000 peserta yang terdiri atas santriwan dan santriwati, Banom NU, Banser, Karang Taruna, serta masyarakat setempat.
Peringatan Hari Santri Nasional ini turut dihadiri oleh sejumlah tokoh dan pejabat setempat, antara lain:
- Ade Nurdiana, S.K.M. (Kepala Desa Bojong)
- Rifai (Kepala Dusun Bojong Girang)
- K.H. Abdul Fattah (Kantib Syuriyah MWC NU Kelapa Nunggal)
- K.H. Lukman Nul Hakim, S.Pd.I. (Rois Syuriyah MWC NU Kelapa Nunggal)
- Ustadz Ma’arif (Ketua Tanfidziyah Ranting NU Desa Bojong)
- Ustadz Dany Hamdani (Wakil Kantib Syuriyah Ranting NU Desa Bojong)
- Ustadz Imron Jamiil (Kantib Syuriyah Pengurus Ranting NU Desa Bojong)
- K.H. Dani Hamdani (Ketua Tanfidziyah MWC NU Kelapa Nunggal)
- K.H. Marsidi (Bendahara MWC NU Kelapa Nunggal)
- K.H. Hudori / Abi Hudori (Mustasyar MWC NU Kelapa Nunggal)
Acara semakin meriah dengan kehadiran dua pemandu acara (MC) yang lincah dan interaktif, yakni Neng Aliah dari TPQ Nurul Falah dan Umi Caca dari GMC, yang sukses membawakan rangkaian acara demi acara dengan penuh semangat.
Kirab Hari Santri Nasional di Desa Bojong ini juga menjadi ajang kompetisi bagi para santri dari berbagai Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPQ). Berbagai perlombaan digelar, mulai dari pidato dalam tiga bahasa (Indonesia, Inggris, dan Arab), pertandingan pencak silat antarseluruh perguruan di Kelapa Nunggal, penampilan seni hadroh, tari saman, hingga pembacaan kitab kuning menggunakan bahasa Jawa.
Antusiasme masyarakat terlihat sangat tinggi. Kehadiran ribuan peserta dan pengunjung turut menggerakkan roda perekonomian lokal. Berbagai pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM)—mulai dari penjual bakso, mie ayam, mainan anak-anak, atribut bendera Nahdlatul Ulama, es buah, hingga buah-buahan—diserbu pembeli, membuat para pedagang merasa gembira.
Menjelang akhir acara, dua perwakilan santri (satu putra dan satu putri) menunjukkan kemampuan berpidato di hadapan umum, masing-masing membawakan pidato dalam bahasa Indonesia dan bahasa Arab. Penampilan ini diharapkan dapat mencetak kader-kader penerus ulama di masa depan.
Rangkaian kegiatan ditutup dengan pengumuman pemenang lomba dari juara pertama hingga ketiga serta juara favorit, yang diakhiri dengan sesi foto bersama. Sebagai penutup, panitia menyediakan santapan siang bersama dengan menu khas Sunda, meliputi nasi, ikan teri, sayur asem, tahu dan tempe, sambal, serta lalapan segar berupa daun pucuk mede, daun pohan, samada, dan timun.
/Parman | Kepala Biro Bogor





















































Discussion about this post