Gambar: Petugas Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkar) Kota Pekanbaru bersama kepolisian bersiaga dan melakukan proses pendinginan di area Kompleks Pergudangan Avian Blok EE, Jalan Siak II, Kelurahan Air Hitam, Pekanbaru, Selasa pagi (20/10/2026). Terlihat kondisi bangunan gudang hangus berjelaga serta terpasang garis polisi (police line) usai insiden kebakaran yang menghanguskan enam unit gudang pada Senin malam.
Pekanbaru (Utusan Rakyat) – Kebakaran hebat melanda Kompleks Pergudangan Avian di Jalan Siak II, Kelurahan Air Hitam, Kecamatan Payung Sekaki, Kota Pekanbaru, Senin (19/10/2026) sekitar pukul 18.30 WIB. Sebanyak enam unit gudang di Blok EE hangus dilahap si jago merah.
Adapun bangunan yang terdampak kebakaran tersebut meliputi gudang Blok EE36, EE37, EE38, EE39, serta Blok EE03 dan EE05.
Menurut keterangan salah seorang karyawan, titik api pertama kali terlihat di lantai bawah gudang EE38. Api dengan cepat membesar dan merambat ke bangunan sekitar karena banyaknya material yang mudah terbakar di dalam gudang.
Usai menerima laporan dari karyawan pergudangan, Petugas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkar) Kota Pekanbaru tiba di lokasi sekitar pukul 19.10 WIB. Saat petugas tiba, kobaran api sudah membesar hingga menjalar ke bagian belakang, yakni gudang EE03 dan EE05.
Guna menaklukkan kobaran api dan mencegah perembetan ke unit bangunan lainnya, Dinas Damkar Kota Pekanbaru mengerahkan sebanyak 12 unit armada pemadam kebakaran. Petugas berjibaku selama lebih dari 10 jam hingga api berhasil dipadamkan.
Berdasarkan pantauan tim Utusanrakyat.id pada Selasa pagi (20/10/2026), petugas masih terus melakukan proses pendinginan di area gudang EE03 dan EE05. Kondisi bangunan tampak hangus berjelaga, atap baja runtuh, dan dinding tembok nyaris roboh dengan kepulan asap yang masih membubung tipis. Petugas Damkar tampak ekstra berhati-hati saat menyisir area interior bangunan.
Kepala Bidang Operasional (Kabid Ops) Dinas Damkar Kota Pekanbaru, Ibas Sembiring, mengonfirmasi pengerahan armada dalam penanganan musibah ini.
“Ada 12 unit mobil pemadam yang kami turunkan untuk melakukan pemadaman dan pendinginan. Sejak Senin malam hingga pagi ini, petugas terus bersiaga melakukan pendinginan di lokasi,” ujar Ibas.
Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam insiden ini. Kendati demikian, kerugian materiil ditaksir mencapai miliaran rupiah.
Hingga berita ini diturunkan, jajaran Polsek Payung Sekaki masih melakukan penyelidikan guna memastikan penyebab pasti kebakaran di kawasan hukumnya tersebut, serta telah memasang garis polisi (police line) di sekeliling area terdampak.
Laporan: Alex





















































Discussion about this post