Gambar: Para pengajar yang tergabung dalam paguyuban pengajar perempuan (antara lain Ustazah Yeni, Ustazah Oca, Ustazah Hani, dan Ustazah Indah) berfoto bersama santri anak-anak usia 5 hingga 12 tahun di TPQ Darurrohmah, Perumahan Vila Permata Mas 2, RW 34, Desa Bojong Nangka, Kecamatan Gunung Putri, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Berjalan selama 10 tahun, kegiatan mengaji dan pembinaan karakter anak rutin dilaksanakan setiap sore pukul 15.00–17.00 WIB sebagai wujud dedikasi masyarakat dalam mendukung pendidikan keagamaan anak-anak. Para pengajar berharap adanya dukungan fasilitas belajar yang layak dari pemerintah daerah setempat guna menunjang keberlangsungan proses belajar-mengajar.
BOGOR (Utusan Rakyat) – Pendidikan dan kesejahteraan anak merupakan fondasi utama masa depan bangsa. Amanat konstitusi yang tertuang dalam Undang-Undang Dasar (UUD) 1945 Pasal 31 serta Pasal 28B Ayat (2) secara tegas menjamin hak setiap anak untuk tumbuh, berkembang, mendapatkan pendidikan, serta perlindungan dari kekerasan dan diskriminasi. Secara hierarki pemerintahan, mulai dari tingkat pusat hingga desa, negara memegang tanggung jawab penuh atas pemenuhan hak-hak mendasar tersebut.
Sejarah mencatat bahwa Rasulullah SAW memberikan perhatian yang sangat besar terhadap pembinaan mental, pemenuhan gizi, serta pendidikan karakter anak. Keteladanan ini selaras dengan prinsip dasar bahwa penanaman nilai keagamaan dan penyesuaian lingkungan pada usia dini merupakan investasi tertinggi bagi keberlanjutan suatu bangsa.
Namun, pada realitasnya, upaya pemenuhan fasilitas dan pembinaan anak di tingkat akar rumput kerap menghadapi keterbatasan. Di tengah kondisi tersebut, peran aktif masyarakat hadir mengisi ruang kosong untuk meringankan beban pemerintah.
Salah satu bentuk dedikasi nyata terlihat di TPQ Darurrohmah, yang berlokasi di Perumahan Vila Permata Mas 2, RW 34, Desa Bojong Nangka, Kecamatan Gunung Putri, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Selama satu dekade terakhir, paguyuban pengajar perempuan yang terdiri dari Ustazah Yeni, Ustazah Oca, Ustazah Hani, dan Ustazah Indah secara konsisten membina anak-anak usia 5 hingga 12 tahun setiap sore, pukul 15.00 hingga 17.00 WIB.
Pengabdian tulus para pengajar ini menjadi benteng pertahanan moral dan spiritual bagi anak-anak di lingkungan sekitar. Kehadiran lembaga pendidikan Al-Qur’an swadaya ini secara tidak langsung membantu tugas pemangku kebijakan dalam mencerdaskan kehidupan bangsa.
Atas pengabdian yang telah berjalan selama 10 tahun tersebut, para pengajar berharap adanya perhatian dan dukungan konkret dari pemerintah daerah setempat. Dukungan berupa penyediaan sarana dan prasarana belajar yang layak—seperti meja dan kursi belajar—sangat diharapkan demi menunjang kenyamanan serta efektivitas proses belajar-mengajar.
Sinergi antara pemangku kebijakan dan penggerak pendidikan berbasis masyarakat seperti TPQ Darurrohmah diharapkan dapat terus terjalin. Langkah ini penting agar hak setiap anak untuk mendapatkan pendidikan yang layak, taqwa, dan sejahtera dapat terwujud secara optimal.
/Mahpudin




















































Discussion about this post