Gambar: Tim gabungan memadamkan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang mendekati pemukiman warga di Desa Lolanan, Kecamatan Sangtombolang, Kabupaten Bolaang Mongondow, Sulawesi Utara. Petugas bersama Armada Pemadam Kebakaran terlihat menyemprotkan air ke arah kobaran api yang membakar vegetasi di malam hari guna mencegah perambatan lebih luas.
BOLAANG MONGONDOW (Utusan Rakyat) – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali melanda kawasan dekat pemukiman penduduk di Desa Lolanan, Kecamatan Sangtombolang, Kabupaten Bolaang Mongondow (Bolmong), Sulawesi Utara, pada Rabu (2/8/2026).
Titik api mulai terlihat sekitar pukul 21.00 WITA dan menyebar hingga ke area belakang pemukiman warga pada pukul 01.00 WITA. Kejadian ini memicu kekhawatiran masyarakat setempat.
Sebagai upaya mengendalikan kebakaran, tim gabungan yang terdiri atas TNI, Polri, Dinas Pemadam Kebakaran Bolmong, pihak kecamatan, serta masyarakat bergotong royong padamkan api agar tidak merembet ke pemukiman.
Hingga Kamis pagi menjelang siang, kobaran api di lokasi masih terlihat. Demi mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan, seluruh siswa SDN 2 Lolanan dipulangkan lebih awal.
Camat Sangtombolang, Reza Adi S. Damopolii, S.STP., M.Tr.IP, hadir di lokasi didampingi Kapolsek Sangtombolang, IPDA Billygrehem Polii, S.H., beserta Babinsa untuk turut membantu pemadaman. Reza mengimbau warga agar senantiasa waspada, tidak membuang puntung rokok sembarangan, serta tidak melakukan pembakaran lahan tanpa pengawasan.
Secara terpisah, Dewan Pimpinan Daerah Profesional Jaringan Mitra Negara (PROJAMIN) Bolaang Mongondow melalui Sekretaris Refky Prong, yang didampingi pengurus Kecamatan Sangtombolang, Mira Paputungan dan Siti Nuraini Gonibala, turut memberikan tanggapan.
“Kami mengimbau masyarakat, khususnya di wilayah Sangtombolang, untuk selalu waspada terhadap bahaya kebakaran dengan tidak melakukan aktivitas yang memicu timbulnya api. Hal ini penting agar kita dapat mencegah karhutla sejak dini,” ujar Siti Nuraini.
Mira Paputungan menambahkan kritik terkait penanganan bencana di tingkat desa. Ia menilai kepemimpinan lokal harus lebih responsif saat terjadi krisis di wilayahnya.
“Kepala Desa Lolanan seharusnya proaktif memberikan imbauan kepada masyarakat serta hadir di lapangan untuk mengkoordinasikan pencegahan. Sangat disayangkan, saat kejadian semalam Kepala Desa tidak tampak di lokasi,” tegas Mira.
Hingga berita ini diturunkan, Kepala Desa Lolanan, Enrico Pandelaki, belum memberikan tanggapan. Upaya konfirmasi yang dilakukan awak media melalui pesan tertulis maupun panggilan telepon seluler belum mendapatkan respons, meski status ponselnya dalam keadaan aktif.
/DollyHP




















































Discussion about this post