Gambar: Sebanyak 40 dapur MBG di Cileungsi, Bogor, telah beroperasi dan mendistribusikan paket makanan bergizi kepada jutaan penerima manfaat, termasuk siswa SD, SMP, SMA, dan balita di posyandu. Dapur SPPG 05 di Kampung BPM juga turut menyalurkan makanan bergizi ke SD Darul Istiqomah Cileungsi dan posyandu Kenangan 05. Kepala Dapur, Kamiso, berharap program ini dapat memberikan asupan bergizi bagi anak-anak dan menyerap tenaga kerja lokal. Tim pendamping dapur SPPG 05 rutin berkoordinasi dengan petugas posyandu Kenangan 05 untuk mengevaluasi kualitas makanan dan pelayanan.
Cileungsi, Bogor (Utusan Rakyat) – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) inisiatif Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, mulai kembali menyalurkan bantuan di wilayah Kecamatan Cileungsi. Hingga Senin, 13 Juli 2026, tercatat sekitar 40 dapur MBG telah beroperasi dan mendistribusikan makanan bergizi kepada penerima manfaat.
Salah satu dapur yang aktif menyalurkan adalah Dapur SPPG 05 yang berlokasi di Kampung BPM, Desa Cileungsi. Dapur ini mendistribusikan paket makanan bergizi ke Sekolah Dasar Darul Istiqomah Cileungsi. Sementara itu, Dapur SPPG 05 menyalurkan bantuan ke pos pelayanan terpadu (posyandu) Kenangan 05.
Kepala Dapur SPPG 05, Kamiso, menyatakan rasa bangganya atas beroperasinya kembali dapur tersebut. “Kami senang dapat melayani kembali siswa-siswi dan balita yang menjadi penerima manfaat di posyandu,” ujar Kamiso.
Tim pendamping yang mengawal penyaluran dari SPPG 05 meliputi:
- Ibu Pera, ahli gizi;
- Bapak Randy, asisten lapangan;
- Bapak Diky, pengemudi;
- Bapak Ridy, asisten pengemudi.
Menurut Kamiso, ahli gizi dan asisten lapangan rutin berkoordinasi dengan ketua posyandu untuk mengevaluasi penyaluran dan menerima masukan dari para ibu penerima manfaat. Masukan tersebut nantinya dibahas dan diperbaiki agar kualitas pelayanan dan rasa makanan sesuai kebutuhan penerima.
Ketua dan petugas posyandu Kenangan 05 yang aktif melayani saat penyaluran antara lain:
- Ibu Ernawati;
- Ibu Neng Rudy;
- Ibu Amah;
- Ibu Nining;
- Ibu Mariam.
“Kami berusaha memberikan pelayanan yang ramah dan tulus kepada para penerima manfaat,” kata salah satu petugas posyandu.
Program MBG yang digagas pemerintah pusat diharapkan dapat dinikmati oleh jutaan penerima manfaat di berbagai jenjang pendidikan, sekolah dasar, sekolah menengah pertama, sekolah menengah atas, serta di posyandu di seluruh Indonesia. Selain memberikan asupan bergizi, program ini juga menyerap tenaga kerja lokal melalui operasional dapur-dapur MBG.
Sejumlah pihak mengharapkan adanya mekanisme pengawasan yang kuat agar penyaluran dana dan bahan pangan program MBG berjalan transparan dan tepat sasaran. Permintaan ini bertujuan meminimalkan potensi penyimpangan dan memastikan manfaat program sampai ke penerima yang membutuhkan.
/Parman-Biro Bogor





















































Discussion about this post