Gambar: Momen penting di SMA Negeri 2 Cileungsi yang mencerminkan kedisiplinan dan semangat kebersamaan dalam lingkungan sekolah. Visual ini menjadi representasi komitmen sekolah dalam menjalankan Perpres Nomor 83 Tahun 2024 tentang Landasan Makan Bergizi Gratis dari Badan Gizi Nasional (BGN).
Cileungsi (Utusan Rakyat) – SMA Negeri 2 Cileungsi menerapkan standar ketat sesuai Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 83 Tahun 2024 tentang Landasan Makan Bergizi Gratis dari Badan Gizi Nasional (BGN). Langkah preventif ini diambil pasca-insiden keracunan massal pada 6 April 2026 di Kecamatan Tanjungsari, Bogor, yang menimpa 106 peserta posyandu ibu hamil dan balita akibat kelalaian Satuan Pelayanan Penyedia Gizi (SPPG) Tanjungsari.
Heris, Humas SMA Negeri 2 Cileungsi, menjelaskan bahwa sekolahnya melakukan tiga langkah preventif utama untuk 1.200 siswa penerima manfaat program Makan Bergizi Gratis (MBG). “Pertama, saat makanan tiba, kami cek langsung jenis menu, warna, bau, dan konsultasi dengan pengawas SPPG, kepala dapur, hingga polisi ahli gizi. Kedua, periksa sarana seperti ompreng dan tatakan apakah ada karat atau kotoran. Ketiga, simpan sementara di ruang steril sekolah, karena guru biologi kami jelaskan bahwa makanan panas bisa berubah bentuk dalam 1-5 jam jika tidak sesuai suhu,” ujar Heris saat diwawancarai Utusan Rakyat.
Hasilnya, dalam 20 bulan program berjalan, tak ada siswa SMA Negeri 2 Cileungsi yang mengalami mual, mules, atau keracunan. “Ini bukti kolaborasi BGN, Dinas Pendidikan Kabupaten Bogor, kepala sekolah, dewan guru, dan insan pers efektif mencegah risiko,” tambah Heris.
Camat Cileungsi, Drs. Adi Henryana, AP., M.Si., menegaskan keterlibatan semua stakeholder seperti kepolisian, TNI, Puskesmas, PKK, dan koordinator MBG telah terbukti sukses. “Di Kecamatan Cileungsi (calon Daerah Otonomi Baru Bogor Timur) dengan 18 SPPG dan 3.099 penerima manfaat selama 18 bulan hingga 2 tahun, program ini tingkatkan asupan gizi 4 sehat 5 sempurna, buat siswa lebih cerdas,” katanya di kantor camat yang bersebelahan dengan SMA Negeri 2 Cileungsi.
Orang tua siswa pun berterima kasih. Ratna, wali siswa Zalfa Dwi Shafira (Kelas XI), dan Sri, wali siswa Sofiyan Wijaya Kusuma (Kelas X), menyampaikan apresiasi kepada Presiden Prabowo Subianto, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi, dan Bupati Bogor Rudi Susmanto. “Terima kasih atas program ini. Kami usul Camat Adi Henryana dan Heris diberi penghargaan, seperti diangkat jadi kepala dinas atau kepala sekolah, karena peka dan harmonis dengan masyarakat,” celetuk mereka sambil tertawa.
Kedua orang tua dari Desa Mekarsari dan Cipenjo menekankan pentingnya pejabat berintegritas di wilayah berpenduduk 230.000 jiwa yang heterogen ini. “Tak semua pejabat seperti ini, tapi berkat mereka, kami tak ragu beri masukan,” pungkas Ratna.
BGN melalui Badan Gizi Daerah terus dorong pencegahan serupa agar MBG aman dan bermanfaat bagi semua penerima manfaat.
/Laporan Biro Bogor Parman & Kaperwil Jawa Barat Mahpudin



















































Discussion about this post