Gambar: Ketua Panitia Musda X yang juga Ketua Harian DPD II Partai Golkar Kabupaten Dairi, Amper Nainggolan, saat memberikan sambutan di podium dalam acara Musyawarah Daerah (Musda) X Partai Golkar Dairi.
DAIRI (Utusan Rakyat) – Ketidakhadiran seorang anggota Fraksi Partai Golkar DPRD Kabupaten Dairi dalam Musyawarah Daerah (Musda) X Partai Golkar Dairi menuai kekecewaan panitia penyelenggara. Pasalnya, kegiatan tersebut merupakan agenda penting partai yang menjadi momentum konsolidasi organisasi sekaligus memperkuat soliditas kader.
Ketua Panitia Musda X yang juga Ketua Harian DPD II Partai Golkar Dairi, Amper Nainggolan, menyayangkan ketidakhadiran Romy Frida Mariani Simarmata dalam kegiatan yang berlangsung di Hotel Beristera, Kecamatan Sitinjo, pada 6–7 Oktober 2026.
Amper menyebutkan, dari sembilan anggota Fraksi Partai Golkar DPRD Kabupaten Dairi, hanya Romy yang tidak hadir dalam agenda tersebut. Menurutnya, panitia telah menyampaikan undangan resmi kepada seluruh anggota fraksi.
“Kami selaku panitia penyelenggara sangat kecewa dan menyesalkan ketidakhadiran RFMS dalam acara tersebut,” ujar Amper kepada wartawan di Sidikalang, Rabu (21/10/2026).
Menurut Amper, kehadiran kader, khususnya anggota legislatif yang membawa nama dan amanah partai, dinilai penting dalam mendukung agenda organisasi. Musda bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan forum strategis untuk memperkuat konsolidasi, kebersamaan, dan komitmen kader terhadap partai.
Ketidakhadiran tersebut pun menjadi perhatian panitia, mengingat anggota fraksi merupakan bagian dari representasi Partai Golkar di lembaga legislatif.
Namun, persoalan ini mendapat penjelasan berbeda dari Romy Frida Mariani Simarmata. Ia membantah sengaja tidak menghadiri Musda dan mengaku tidak mengetahui agenda tersebut karena merasa tidak menerima undangan resmi dari panitia.
Perbedaan penjelasan antara panitia dan Romy ini menjadi hal yang perlu diklarifikasi agar persoalan tidak berkembang menjadi kesalahpahaman di internal partai.
Di tengah dinamika tersebut, komunikasi dan klarifikasi antara panitia dengan anggota fraksi yang bersangkutan dinilai penting untuk memastikan duduk perkara sebenarnya. Terlebih, soliditas dan loyalitas kader merupakan bagian penting dalam menjaga kekuatan organisasi Partai Golkar di Kabupaten Dairi.
Hingga berita ini disusun, alasan ketidakhadiran Romy masih menjadi perbedaan penjelasan antara kedua pihak. Karena itu, penilaian mengenai sikap maupun loyalitas yang bersangkutan perlu didasarkan pada fakta dan klarifikasi yang utuh, bukan semata-mata pada ketidakhadirannya dalam satu agenda organisasi.
/Clara Siahaan



















































Discussion about this post