• Tentang Kami
  • SOP Perlindungan Wartawan
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Kontak
Jumat, 11 September 2026
  • Login
Utusan Rakyat
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • All
    • Bisnis
    • Dunia
    • IPTEK
    • Lingkungan
    • Pendidikan
    • Politik-Hukum
    • Sosial Budaya
    Produksi Pempek Yudi Diminta Setop, Kelurahan Soroti Limbah dan Saluran Tersumbat

    Produksi Pempek Yudi Diminta Setop, Kelurahan Soroti Limbah dan Saluran Tersumbat

    Membangun Ekosistem Media Siber Profesional, Kuat, dan Bermartabat, Struktur DPC JMSI Dumai 2026-2031 Resmi Dilantik

    Membangun Ekosistem Media Siber Profesional, Kuat, dan Bermartabat, Struktur DPC JMSI Dumai 2026-2031 Resmi Dilantik

    HUT ke-34 IKMBD Dumai Gelar Aksi Sosial

    HUT ke-34 IKMBD Dumai Gelar Aksi Sosial

    Perkuat Keterbukaan Informasi, Pemerintah Aceh Sampaikan Hasil Monev Pelayanan Informasi Publik

    Perkuat Keterbukaan Informasi, Pemerintah Aceh Sampaikan Hasil Monev Pelayanan Informasi Publik

    Kualitas Udara Kurang Sehat Pemko Pekanbaru Perpanjang Pembelajaran Jarak Jauh Sehari

    Kualitas Udara Kurang Sehat Pemko Pekanbaru Perpanjang Pembelajaran Jarak Jauh Sehari

    PWI Dumai Siap Bersinergi dengan Polda Riau Berantas TPPO

    PWI Dumai Siap Bersinergi dengan Polda Riau Berantas TPPO

  • Berita Foto
    Malaysia deportasi 80 pekerja migran bermasalah

    Malaysia deportasi 80 pekerja migran bermasalah

    Pengukuhan dan Peresmian Website Resmi Badan Relawan Prabowo Riau

    Pengukuhan dan Peresmian Website Resmi Badan Relawan Prabowo Riau

    TNI AL gagalkan penyelundupan calon pekerja migran ilegal

    TNI AL gagalkan penyelundupan calon pekerja migran ilegal

    Kampung Bebas Narkoba di Dumai

    Kampung Bebas Narkoba di Dumai

    Bantuan untuk WNI hamil dan balita stunting yang pulang dari Malaysia

    Bantuan untuk WNI hamil dan balita stunting yang pulang dari Malaysia

    26 WNI dari Malaysia diamankan Polair Dumai

    26 WNI dari Malaysia diamankan Polair Dumai

  • Tekno
    • All
    • App
    • Mobile
    Unit Samsung Galaxy S25 FE berwarna Navy dalam sudut tampak depan dan belakang. Pada tampak depan terlihat layar Dynamic AMOLED 2X dengan bezel tipis, sementara tampak belakang menonjolkan tiga kamera (50 MP utama, 12 MP ultrawide, 8 MP telefoto) yang disusun vertikal dengan modul cincin logam, dilengkapi rangka aluminum yang kokoh serta lapisan Gorilla Glass Victus+ untuk ketahanan optimal.

    Samsung Galaxy S25 FE Resmi Meluncur di Indonesia dengan Harga Rp9,9 Jutaan dan Dukungan AI Mumpuni

    Ilustrasi menampilkan layar monitor dengan tampilan antarmuka baru Windows 11.

    Windows 11 Hadirkan 6 Fitur Baru Revolusioner dari Build Insider Juli 2025

    Apple

    Peluncuran Smartphone Baru Meningkatkan Suhu Persaingan AS dan China

    tap

    Kartu Nama Digital TapTap akan Hadir di Kuartal Keempat 2023

    Ilustrasi penumpang berjalan menuju ke sebuah pesawat foto by net

    Google Flights kini bisa bantu traveler dapat tiket pesawat termurah

    Menkominfo Budi Arie Setiadi dalam Forum China Mobile SEA Cooperation Conference

    Kembangkan 5G, Menkominfo Buka Peluang Kerja Sama Investasi 

    Trending Tags

    • Playstation 4 Pro
  • Hiburan
    • All
    • Film
    • Gaming
    • Musik
    • Review
    • Sport
    Ribuan Peserta Antusias Ikuti PERSADABUMI Run 5K 2026 di Dumai

    Ribuan Peserta Antusias Ikuti PERSADABUMI Run 5K 2026 di Dumai

    Semarak Turnamen Futsal RTMM-SPSI Sumsel: 22 Tim Perebutkan Piala Bergengsi

    Semarak Turnamen Futsal RTMM-SPSI Sumsel: 22 Tim Perebutkan Piala Bergengsi

    Meriah dan Sportif, Laga Persahabatan Tenis Meja PWI Riau

    Meriah dan Sportif, Laga Persahabatan Tenis Meja PWI Riau

    PELTI Dumai Lepas Atlet Tenis Dumai menuju Kejurnas TDP PELTI Riau

    PELTI Dumai Lepas Atlet Tenis Dumai menuju Kejurnas TDP PELTI Riau

    Siap Majukan Olahraga, Abdul Khadir Jailani Rangkul Seluruh Cabor

    Siap Majukan Olahraga, Abdul Khadir Jailani Rangkul Seluruh Cabor

    “LPPD STREET FIGHT X DUMAI FIGHT DAY VOL-I” MERIAHKAN DUMAI EXPO 2026

    “LPPD STREET FIGHT X DUMAI FIGHT DAY VOL-I” MERIAHKAN DUMAI EXPO 2026

  • Lifestyle
    • All
    • Fashion & Kecantikan
    • Kesehatan
    • Kuliner
    • Otomotif
    • Travel
    MoU Layanan Kesehatan Yayasan Prajnamitra Maitreya dengan Naray Hospital Dumai

    MoU Layanan Kesehatan Yayasan Prajnamitra Maitreya dengan Naray Hospital Dumai

    Cegah Stunting Menuju Indonesia Emas 2045, Ahli Gizi SPPG 04 Cileungsi Gelar Edukasi Gizi di Posyandu

    Cegah Stunting Menuju Indonesia Emas 2045, Ahli Gizi SPPG 04 Cileungsi Gelar Edukasi Gizi di Posyandu

    UPDATE: Pelayanan Disdukcapil dan Akses UHC bagi Warga Badak Ujung yang Dirawat di RSUD Arifin Achmad

    UPDATE: Pelayanan Disdukcapil dan Akses UHC bagi Warga Badak Ujung yang Dirawat di RSUD Arifin Achmad

    Tak Memiliki Data Kependudukan, Warga Badak Ujung Sempat Takut Berobat ke Rumah Sakit

    Tak Memiliki Data Kependudukan, Warga Badak Ujung Sempat Takut Berobat ke Rumah Sakit

    Diksy Paputungan Tim Muda Caraka,  Sukses Raih Juara II Piala Bupati Bolmong Sulawesi Drag Series

    Diksy Paputungan Tim Muda Caraka,  Sukses Raih Juara II Piala Bupati Bolmong Sulawesi Drag Series

    Media Gathering Tahun 2026 BPJS Kesehatan Dumai, Awak Media Antusias Ikuti

    Media Gathering Tahun 2026 BPJS Kesehatan Dumai, Awak Media Antusias Ikuti

    Trending Tags

    • eSports
    • Fashion Week
  • INFOGRAFIK
  • ANALISIS
  • OPINI
  • Galeri
  • Home
  • News
    • All
    • Bisnis
    • Dunia
    • IPTEK
    • Lingkungan
    • Pendidikan
    • Politik-Hukum
    • Sosial Budaya
    Produksi Pempek Yudi Diminta Setop, Kelurahan Soroti Limbah dan Saluran Tersumbat

    Produksi Pempek Yudi Diminta Setop, Kelurahan Soroti Limbah dan Saluran Tersumbat

    Membangun Ekosistem Media Siber Profesional, Kuat, dan Bermartabat, Struktur DPC JMSI Dumai 2026-2031 Resmi Dilantik

    Membangun Ekosistem Media Siber Profesional, Kuat, dan Bermartabat, Struktur DPC JMSI Dumai 2026-2031 Resmi Dilantik

    HUT ke-34 IKMBD Dumai Gelar Aksi Sosial

    HUT ke-34 IKMBD Dumai Gelar Aksi Sosial

    Perkuat Keterbukaan Informasi, Pemerintah Aceh Sampaikan Hasil Monev Pelayanan Informasi Publik

    Perkuat Keterbukaan Informasi, Pemerintah Aceh Sampaikan Hasil Monev Pelayanan Informasi Publik

    Kualitas Udara Kurang Sehat Pemko Pekanbaru Perpanjang Pembelajaran Jarak Jauh Sehari

    Kualitas Udara Kurang Sehat Pemko Pekanbaru Perpanjang Pembelajaran Jarak Jauh Sehari

    PWI Dumai Siap Bersinergi dengan Polda Riau Berantas TPPO

    PWI Dumai Siap Bersinergi dengan Polda Riau Berantas TPPO

  • Berita Foto
    Malaysia deportasi 80 pekerja migran bermasalah

    Malaysia deportasi 80 pekerja migran bermasalah

    Pengukuhan dan Peresmian Website Resmi Badan Relawan Prabowo Riau

    Pengukuhan dan Peresmian Website Resmi Badan Relawan Prabowo Riau

    TNI AL gagalkan penyelundupan calon pekerja migran ilegal

    TNI AL gagalkan penyelundupan calon pekerja migran ilegal

    Kampung Bebas Narkoba di Dumai

    Kampung Bebas Narkoba di Dumai

    Bantuan untuk WNI hamil dan balita stunting yang pulang dari Malaysia

    Bantuan untuk WNI hamil dan balita stunting yang pulang dari Malaysia

    26 WNI dari Malaysia diamankan Polair Dumai

    26 WNI dari Malaysia diamankan Polair Dumai

  • Tekno
    • All
    • App
    • Mobile
    Unit Samsung Galaxy S25 FE berwarna Navy dalam sudut tampak depan dan belakang. Pada tampak depan terlihat layar Dynamic AMOLED 2X dengan bezel tipis, sementara tampak belakang menonjolkan tiga kamera (50 MP utama, 12 MP ultrawide, 8 MP telefoto) yang disusun vertikal dengan modul cincin logam, dilengkapi rangka aluminum yang kokoh serta lapisan Gorilla Glass Victus+ untuk ketahanan optimal.

    Samsung Galaxy S25 FE Resmi Meluncur di Indonesia dengan Harga Rp9,9 Jutaan dan Dukungan AI Mumpuni

    Ilustrasi menampilkan layar monitor dengan tampilan antarmuka baru Windows 11.

    Windows 11 Hadirkan 6 Fitur Baru Revolusioner dari Build Insider Juli 2025

    Apple

    Peluncuran Smartphone Baru Meningkatkan Suhu Persaingan AS dan China

    tap

    Kartu Nama Digital TapTap akan Hadir di Kuartal Keempat 2023

    Ilustrasi penumpang berjalan menuju ke sebuah pesawat foto by net

    Google Flights kini bisa bantu traveler dapat tiket pesawat termurah

    Menkominfo Budi Arie Setiadi dalam Forum China Mobile SEA Cooperation Conference

    Kembangkan 5G, Menkominfo Buka Peluang Kerja Sama Investasi 

    Trending Tags

    • Playstation 4 Pro
  • Hiburan
    • All
    • Film
    • Gaming
    • Musik
    • Review
    • Sport
    Ribuan Peserta Antusias Ikuti PERSADABUMI Run 5K 2026 di Dumai

    Ribuan Peserta Antusias Ikuti PERSADABUMI Run 5K 2026 di Dumai

    Semarak Turnamen Futsal RTMM-SPSI Sumsel: 22 Tim Perebutkan Piala Bergengsi

    Semarak Turnamen Futsal RTMM-SPSI Sumsel: 22 Tim Perebutkan Piala Bergengsi

    Meriah dan Sportif, Laga Persahabatan Tenis Meja PWI Riau

    Meriah dan Sportif, Laga Persahabatan Tenis Meja PWI Riau

    PELTI Dumai Lepas Atlet Tenis Dumai menuju Kejurnas TDP PELTI Riau

    PELTI Dumai Lepas Atlet Tenis Dumai menuju Kejurnas TDP PELTI Riau

    Siap Majukan Olahraga, Abdul Khadir Jailani Rangkul Seluruh Cabor

    Siap Majukan Olahraga, Abdul Khadir Jailani Rangkul Seluruh Cabor

    “LPPD STREET FIGHT X DUMAI FIGHT DAY VOL-I” MERIAHKAN DUMAI EXPO 2026

    “LPPD STREET FIGHT X DUMAI FIGHT DAY VOL-I” MERIAHKAN DUMAI EXPO 2026

  • Lifestyle
    • All
    • Fashion & Kecantikan
    • Kesehatan
    • Kuliner
    • Otomotif
    • Travel
    MoU Layanan Kesehatan Yayasan Prajnamitra Maitreya dengan Naray Hospital Dumai

    MoU Layanan Kesehatan Yayasan Prajnamitra Maitreya dengan Naray Hospital Dumai

    Cegah Stunting Menuju Indonesia Emas 2045, Ahli Gizi SPPG 04 Cileungsi Gelar Edukasi Gizi di Posyandu

    Cegah Stunting Menuju Indonesia Emas 2045, Ahli Gizi SPPG 04 Cileungsi Gelar Edukasi Gizi di Posyandu

    UPDATE: Pelayanan Disdukcapil dan Akses UHC bagi Warga Badak Ujung yang Dirawat di RSUD Arifin Achmad

    UPDATE: Pelayanan Disdukcapil dan Akses UHC bagi Warga Badak Ujung yang Dirawat di RSUD Arifin Achmad

    Tak Memiliki Data Kependudukan, Warga Badak Ujung Sempat Takut Berobat ke Rumah Sakit

    Tak Memiliki Data Kependudukan, Warga Badak Ujung Sempat Takut Berobat ke Rumah Sakit

    Diksy Paputungan Tim Muda Caraka,  Sukses Raih Juara II Piala Bupati Bolmong Sulawesi Drag Series

    Diksy Paputungan Tim Muda Caraka,  Sukses Raih Juara II Piala Bupati Bolmong Sulawesi Drag Series

    Media Gathering Tahun 2026 BPJS Kesehatan Dumai, Awak Media Antusias Ikuti

    Media Gathering Tahun 2026 BPJS Kesehatan Dumai, Awak Media Antusias Ikuti

    Trending Tags

    • eSports
    • Fashion Week
  • INFOGRAFIK
  • ANALISIS
  • OPINI
  • Galeri
No Result
View All Result
Utusan Rakyat
No Result
View All Result
Home ANALISIS

PUTRI TUJUH: KILANG YANG MENGUBAH DUMAI DAN MENJADI NADI ENERGI SUMATERA

Redaksi by Redaksi
10 September 2026
in ANALISIS, OPINI
0
PUTRI TUJUH: KILANG YANG MENGUBAH DUMAI DAN MENJADI NADI ENERGI SUMATERA
0
SHARES
30
VIEWS
Bagi ke FacebookBagi ke TwitterBagi ke Whatsapp

Gambar: Kilang Minyak Putri Tujuh Dumai (Foto: IG Haroen, 2005)

Oleh: Indra Gunawan, ST., M.Ec.Dev (Penulis adalah Peneliti pada Riset Inovasi Daerah Indonesia (RiDI).

Ada sebuah cara sederhana membaca sejarah modern Kota Dumai. Berdirilah di ujung jalan Sultan Syarif Kasim di depan pagar panjang kompleks kilang, lalu perhatikan pipa-pipa seperti urat nadi Bumi yang menyeberang, tangki-tangki besar, cerobong, menara proses dan cahaya flare yang kadang tampak dari kejauhan. Lalu bayangkan Dumai pada akhir 1960-an. Kota ini belum seperti sekarang.

Belum ada kompleks industri raksasa. Belum ada jaringan logistik energi seperti yang kita kenal hari ini. Tetapi di bawah tanah Riau telah tersimpan sesuatu yang kemudian mengubah nasib sebuah kota: minyak bumi.

Ketika pemerintah Indonesia memutuskan membangun kilang di Dumai, yang sebenarnya sedang dibangun bukan hanya sebuah fasilitas pengolahan minyak. Sebuah kota sedang dipersiapkan untuk memasuki babak baru sejarahnya.

BeritaLain

Muscab Himpana Cabang Dumai, “Tetap Semangat Tebar Manfaat..!!”

Muscab Himpana Cabang Dumai, “Tetap Semangat Tebar Manfaat..!!”

16 Desember 2025
108
Insiden Kembali Guncang Kilang Pertamina Dumai

Insiden Kembali Guncang Kilang Pertamina Dumai

3 September 2026
29

Indonesia telah mengenal industri minyak jauh sebelum Republik berdiri. Kilang-kilang tua di Wonokromo, Pangkalan Brandan, Balikpapan, Plaju dan Sungai Gerong menjadi saksi bahwa minyak bumi telah menjadi bagian dari ekonomi Hindia Belanda sejak akhir abad ke-19 dan awal abad ke-20.

Namun kemerdekaan mengubah pertanyaan. Indonesia tidak lagi hanya bertanya: “Berapa banyak minyak yang kita miliki?” Pertanyaannya kemudian berubah menjadi: “Berapa banyak minyak yang dapat kita olah sendiri, dan sejauh mana hasilnya dapat digunakan untuk membangun negara?” Pertanyaan itu sangat penting pada masa awal pembangunan nasional.

Minyak mentah yang dihasilkan di berbagai lapangan harus diangkut, diolah dan diubah menjadi produk yang dapat digunakan masyarakat: bensin, solar, minyak tanah, bahan bakar penerbangan, LPG, bahan baku industri dan berbagai produk turunannya.

Memiliki minyak tanpa kapasitas pengolahan pada dasarnya seperti memiliki sawah tetapi tidak memiliki penggilingan padi. Bahan bakunya ada. Nilai tambahnya pergi ke tempat lain. Karena itulah pembangunan kapasitas kilang menjadi bagian penting dari strategi energi Indonesia.

Mengapa Kilang Harus Di Dumai?

Jawabannya terdapat pada geografi. Pada dekade 1950-an dan 1960-an, kawasan Riau berkembang pesat setelah ditemukannya dan dikembangkannya lapangan-lapangan minyak, terutama Minas dan Duri.

Industri minyak yang berkembang di Riau menciptakan kebutuhan terhadap infrastruktur baru: jalan, jaringan pipa, terminal, pelabuhan dan fasilitas penyimpanan.

Dumai berada pada posisi yang sangat menarik. Kota ini terletak di pesisir timur Sumatera, di tepi Selat Rupat dan berhubungan langsung dengan jalur pelayaran Selat Malaka.

Secara industri, Dumai dekat dengan sumber minyak Riau. Secara maritim, Dumai memiliki akses laut. Secara logistik, minyak mentah dapat dikirim menuju fasilitas pengolahan dan produk hasil kilang dapat didistribusikan melalui laut.

Dokumen-dokumen sejarah teknis pembangunan RU II juga menyebut tiga pertimbangan utama pembangunan kilang: ketersediaan minyak mentah di Riau, posisi Dumai yang berada di tepi Selat Rupat dengan kondisi perairan yang mendukung transportasi, serta meningkatnya kebutuhan bahan bakar.

Jadi keputusan membangun kilang di Dumai bukanlah kebetulan. Ia merupakan keputusan ekonomi sekaligus keputusan geografis. Dumai berada pada titik temu antara ladang minyak, pelabuhan dan jalur perdagangan internasional.

April 1969: proyek besar itu dimulai

Pembangunan kilang Pertamina Unit Pengolahan II Dumai dimulai pada April 1969 berdasarkan konsep turn-key project antara Pertamina dan Far East Sumitomo dari Jepang.

Dokumen sejarah RU II mencatat SK Direktur Utama Pertamina No. 334/Kpts/DM/1967 sebagai salah satu dasar pembangunan tersebut.

Pelaksanaan teknisnya melibatkan perusahaan Jepang Ishikawajima-Harima Heavy Industries (IHI) untuk pekerjaan permesinan dan instalasi, sementara Taisei Construction mengerjakan konstruksi dan fasilitas sipil pendukung.

Di sinilah Dumai mulai berubah secara fisik. Baja masuk. Mesin datang. Pipa dipasang. Tanah ditimbun. Fondasi dibuat. Dan ribuan aktivitas konstruksi perlahan membentuk lanskap industri yang sebelumnya belum pernah dikenal masyarakat Dumai dalam skala seperti itu.

Bagi buku-buku sejarah perusahaan, ini adalah proyek pembangunan kilang. Bagi masyarakat Dumai, ini adalah masa ketika pekerjaan baru, uang baru dan wajah baru Kelurahan Puak akan berubah menjadi Kota Dumai.

Cerita tentang masyarakat tempatan yang bekerja sebagai buruh proyek, tukang, pekerja lapangan, pengangkut material dan berbagai pekerjaan pendukung merupakan bagian penting dari memori kolektif awal industrialisasi Dumai.

Namun sejarah sosial ini belum seluruhnya terdokumentasikan dalam arsip formal. Karena itu, kisah para pekerja lokal tersebut sebaiknya dibaca sebagai bagian dari sejarah lisan Dumai—sejarah yang kelak sangat menarik untuk ditulis tersendiri melalui wawancara dengan keluarga pekerja generasi pertama.

1971: Putri Tujuh Mulai Menyala

Unit pertama adalah Crude Distillation Unit (CDU) dengan kapasitas awal sekitar 100.000 barel per hari. Kilang tersebut dirancang terutama untuk mengolah minyak mentah Sumatera Light Crude.

Pada tahap awal, produk yang dihasilkan antara lain naphtha, kerosin, automotive diesel oil dan Low Sulphur Waxy Residue atau LSWR. Sebagian residu bahkan dipasarkan ke luar negeri. Kemudian datang hari yang menjadi salah satu tonggak sejarah Dumai.

8 September 1971. Presiden Soeharto meresmikan kilang tersebut. Namanya: Kilang Minyak Putri Tujuh Dumai. Nama itu mengambil inspirasi dari cerita rakyat Melayu mengenai tujuh putri.

Menariknya, sumber-sumber sekunder yang beredar mengenai tanggal peresmian memang tidak sepenuhnya seragam—sebagian mencantumkan 8 September, sebagian 9 September 1971. Tetapi dokumen dan sumber teknis Pertamina yang lebih banyak dirujuk dalam sejarah RU II mencatat 8 September 1971, tanggal yang juga digunakan dalam dokumentasi resmi kontemporer mengenai sejarah RU II.

Sejak saat itu, nama Putri Tujuh tidak hanya menjadi nama kilang. Ia kemudian melekat pada identitas ruang kota.

Jalan yang membentang di sepanjang kompleks kilang dikenal sebagai Jalan Putri Tujuh. Sebuah nama dari cerita rakyat akhirnya menjadi nama sebuah jalan industri dan fasilitas yang menghasilkan energi bagi jutaan orang. Itulah salah satu ironi kecil sejarah Dumai. Legenda Melayu masuk ke dalam nomenklatur industri minyak modern.

100 ribu barel per hari ternyata belum cukup

Pertumbuhan ekonomi Indonesia membawa konsekuensi sederhana: konsumsi bahan bakar meningkat. Kilang yang baru berdiri tidak lama kemudian menghadapi persoalan klasik industri energi: kapasitas harus mengikuti kebutuhan.

Pada 1972 dilakukan pengembangan awal, antara lain melalui Naphtha Rerun Unit, Platforming Unit, Hydrocarbon Platforming dan fasilitas migas blending.

Namun pengembangan yang jauh lebih besar baru datang pada awal dekade 1980-an. Dan kali ini Dumai memasuki babak teknologi yang berbeda.

Ketika Spanyol datang ke Dumai

Pada 1980 Pertamina menandatangani perjanjian lisensi dan proses desain dengan Universal Oil Products (UOP) dari Amerika Serikat.

Setahun kemudian, tepatnya 27 April 1981, Pertamina menandatangani kontrak Proyek Perluasan Kilang Dumai (PPKD) dengan konsorsium Technicas Reunidas–Centunion (TRC) dari Spanyol sebagai kontraktor utama.

Inilah fase yang kemudian menghubungkan Dumai dengan jaringan rekayasa industri Eropa dan Asia Timur.

Proyek tersebut bukan sekadar menambah satu atau dua unit. Ia merupakan proses pembangunan yang jauh lebih kompleks, antara lain High Vacuum Unit, Delayed Coker Unit, Hydrocracker, Hydrogen Plant, Naphtha Hydrotreater, Platformer, Amine & LPG Recovery serta berbagai fasilitas utilitas dan off-site.

Dengan kata lain, Dumai sedang bergerak dari kilang yang terutama melakukan distilasi menuju kilang yang memiliki kemampuan conversion lebih tinggi.

Dan di balik semua itu terdapat jaringan perusahaan internasional.

TRC dari Spanyol menjadi kontraktor utama. Daelim dan Hyundai dari Korea Selatan ikut mengerjakan bagian-bagian proyek.

Daelim menangani sejumlah unit proses utama, sedangkan Hyundai mengerjakan berbagai fasilitas penunjang dan off-site, termasuk power plant, boiler, coke calciner, pengolahan air, waste-water treatment, tank interconnection dan sistem sewer.

Perlu dicatat secara historis: Hyundai bukan perusahaan yang membangun Kilang Putri Tujuh pada 1969–1971. Hyundai datang pada babak kedua sejarah kilang, yaitu Proyek Perluasan Kilang Dumai pada awal 1980-an. Dan justru di sinilah cerita internasionalisasi teknologi Dumai menjadi semakin menarik.

Membaca Jejak Eropa Dari Benda Kecil

Kilang adalah dunia benda-benda besar. Menara tinggi. Tangki raksasa. Kompressor. Boiler. Pipa berdiameter besar, dan sebagainya.

Tetapi kadang-kadang sejarah teknologi justru dapat dilacak dari benda yang jauh lebih kecil. Salah satunya adalah spring hanger.

Bagi orang awam, spring hanger mungkin terlihat seperti komponen biasa yang menggantung pada sistem perpipaan. Bagi insinyur perpipaan, benda ini penting. Sistem perpipaan di kilang mengalami perubahan posisi akibat temperatur. Ketika pipa panas, terjadi pemuaian dan pergerakan. Beban harus tetap dikendalikan agar tidak menimbulkan tegangan berlebihan pada pipa, sambungan maupun peralatan.

Spring hanger digunakan untuk mengakomodasi pergerakan vertikal tersebut dengan memberikan dukungan elastis yang terukur. LISEGA perusahaan Jerman pemegang hak paten alat itu menjelaskan bahwa spring hangers dan spring supports dirancang untuk menyeimbangkan perpindahan vertikal pada sistem perpipaan dengan menggunakan pegas heliks yang telah disetel sesuai karakteristik beban. Di sinilah sebuah detail teknis dapat menjadi petunjuk sejarah.

1984: Dumai memiliki kilang dengan wajah baru

Pembangunan kompleks perluasan tersebut selesai dan mulai memasuki tahap operasi pada 1984. Hasilnya adalah perubahan besar terhadap kemampuan pengolahan RU II. Kilang Dumai kemudian mengalami sejumlah revamp dan debottlenecking. Salah satu tonggak penting terjadi pada 1992 ketika kapasitas CDU ditingkatkan dari sekitar 100.000 menjadi 120.000 barel per hari. Pada periode berikutnya juga dilakukan pengembangan dan revamp berbagai unit, termasuk HCU dan HVU. Pada akhirnya, kompleks RU II berkembang menjadi dua kilang: Kilang Dumai/Putri Tujuh: sekitar 120.000 barel per hari dan Kilang Sungai Pakning: sekitar 50.000 barel per hari. Total kapasitas RU II kemudian mencapai sekitar 170.000 barel per hari. Ini penting karena angka 170.000 barel per hari sering disebut sebagai “kapasitas Kilang Dumai”. Secara teknis, itu kurang tepat. 170.000 barel per hari adalah kapasitas gabungan RU II, sedangkan Kilang Putri Tujuh/Dumai sekitar 120.000 barel per hari.

Seberapa penting Putri Tujuh bagi Indonesia?

Jawabannya dapat dilihat dari angka.
Kapasitas RU II saat ini sekitar 170.000 barel per hari, dengan Nelson Complexity Index sekitar 7,6. Dalam laporan tahunan PT Kilang Pertamina Internasional 2024, RU II Dumai dicatat berkapasitas 170 MBPOD dan NCI 7,6. Angka tersebut menempatkan RU II sebagai salah satu kilang strategis Indonesia. Tetapi angka kapasitas tidak sama dengan produksi aktual. Kilang tidak otomatis mengolah 100 persen kapasitas desainnya setiap hari sepanjang tahun. Ada maintenance, turnaround, keterbatasan crude, kondisi unit, kebutuhan operasi dan berbagai faktor lainnya. Karena itu tidak tepat jika kita mengatakan bahwa sejak 1971 RU II “menghasilkan rata-rata sekian juta barel” tanpa seri data operasi tahunan yang lengkap. Yang dapat dihitung secara aman adalah kapasitas. Jika RU II beroperasi penuh pada 170.000 barel per hari selama setahun, kapasitas teoritisnya mencapai: 62,05 juta barel per tahun. Untuk Kilang Putri Tujuh sendiri, pada kapasitas 120.000 barel per hari: 43,8 juta barel per tahun secara teoritis.
Angka itu adalah kapasitas, bukan realisasi produksi.

Kalau berhenti satu hari, berapa uang yang hilang?

Pertanyaan ini sering muncul setiap kali sebuah kilang mengalami gangguan. Tetapi kita harus hati-hati. Jika seluruh RU II berhenti selama satu hari, kapasitas pengolahan yang secara teoritis hilang adalah: 170.000 barel.
Jika digunakan harga minyak mentah ilustratif US$70 per barel, nilai ekuivalen bahan bakunya: 170.000 × US$70 = US$11,9 juta.
Dengan kurs ilustratif Rp16.000 per dolar: sekitar Rp190,4 miliar per hari.
Tetapi sekali lagi: Rp190 miliar bukan otomatis kerugian Pertamina dan bukan pula kerugian APBN.
Itu adalah pendekatan nilai bruto ekuivalen crude berdasarkan kapasitas.
Kerugian aktual bergantung pada berapa lama kilang berhenti, produk apa yang harus digantikan, harga impor, persediaan nasional, biaya logistik, refining margin, kontrak pasokan, subsidi atau kompensasi, serta kemampuan kilang lain menutup kekurangan.
Justru dari sini kita dapat melihat mengapa sebuah kilang dapat menjadi isu fiskal nasional.
Ketika produksi berhenti, pemerintah mungkin harus membeli produk dari tempat lain.
Jika produk itu harus diimpor, dolar keluar.
Jika harga impor lebih mahal, tekanan meningkat.
Jika harga jual domestik tidak dinaikkan, mekanisme kompensasi dan subsidi dapat ikut bekerja.
Jadi gangguan kilang dapat merambat dari:
pabrik → pasokan BBM → impor → neraca perdagangan → subsidi/kompensasi → APBN.
Sebuah masalah teknis di dalam pagar kilang dapat berakhir sebagai masalah ekonomi di luar pagar kilang.

Apakah Putri Tujuh sudah terlalu tua?

Inilah pertanyaan yang paling menarik.
Jawaban pendeknya:
Secara umur, iya. Secara teknologi, tidak sesederhana itu. Kilang Putri Tujuh lahir pada 1971. Hari ini usianya sudah lebih dari setengah abad.
Tetapi sebuah kilang bukan mobil yang keluar dari pabrik pada 1971 lalu tidak pernah berubah lagi.
Kilang mengalami revamp.
Unit ditambah.
Instrumentasi diperbarui.
Sistem kontrol diganti.
Pipa diperiksa.
Peralatan bertekanan diuji.
Pompa dan kompressor direkondisi.
Sistem keselamatan diperbarui.
Kemampuan proses ditingkatkan.
Karena itulah RU II hari ini bukan sekadar kilang tahun 1971 yang kebetulan masih hidup.
Ia adalah akumulasi beberapa generasi teknologi.
Kilang yang dibangun pada 1969–1971 menjadi fondasi.
Perluasan 1981–1984 menambahkan kompleks proses yang jauh lebih maju.
Revamp berikutnya memperpanjang kemampuan operasionalnya.

Laporan tahunan KPI 2024 masih mencatat RU II Dumai sebagai aset aktif dengan kapasitas 170 MBPOD dan NCI 7,6.
Tetapi usia tetap membawa tantangan. Corrosion tidak mengenal nostalgia. Logam tidak peduli bahwa sebuah pipa dipasang pada 1971. Fatigue, thermal cycling, erosion, perubahan tekanan dan temperatur tetap bekerja setiap hari. Karena itu pertanyaan sebenarnya bukan sekadar:
“Berapa umur kilang?” Melainkan: “Berapa umur efektif setiap aset kritis di dalamnya, bagaimana kondisi integritasnya, dan seberapa jauh teknologi serta sistem keselamatannya telah diperbarui?” Itulah pertanyaan yang lebih tepat untuk menilai masa depan Putri Tujuh.

Dari kilang tua menjadi aset strategis

Jika dibandingkan dengan kilang-kilang Indonesia lainnya, posisi RU II juga menarik.
Dalam data KPI 2024, RU II Dumai memiliki kapasitas sekitar 170 ribu barel per hari dengan NCI 7,6. RU IV Cilacap lebih besar, sekitar 348 ribu barel per hari, sementara RU VI Balongan sekitar 150 ribu barel per hari tetapi mempunyai NCI sekitar 11,9.
Artinya, Dumai bukan kilang terbesar Indonesia, juga bukan yang paling kompleks, tetapi ia mempunyai sesuatu yang sangat penting: yaitu lokasi.

Kilang ini berada di kawasan yang sejak awal memang dibentuk oleh ekonomi minyak, dekat dengan jaringan minyak Sumatera dan berhadapan dengan jalur maritim Selat Malaka. Dengan demikian, nilai strategis Putri Tujuh tidak dapat diukur hanya dari jumlah barel.
Ia juga harus dihitung dari:
lokasi + infrastruktur + jaringan distribusi + akses laut + kedekatan dengan sumber crude + kebutuhan energi Sumatera. Dalam ekonomi energi, lokasi adalah teknologi juga. Bahkan kadang-kadang lebih mahal untuk digantikan daripada sebuah mesin.

Dari Putri Tujuh ke Kilang Pertamina Internasional

Nama perusahaan juga mengalami perubahan seiring transformasi organisasi Pertamina. Fasilitas ini dahulu dikenal sebagai Pertamina Unit Pengolahan II Dumai, kemudian dikenal luas sebagai Pertamina Refinery Unit II/RU II Dumai. Setelah pembentukan subholding Refining & Petrochemical, pengelolaan kilang berada di bawah PT Kilang Pertamina Internasional (KPI). Tetapi nama historisnya tidak hilang. Di tengah terminologi korporasi modern—RU II, KPI, refinery, refining capacity, NCI—masyarakat Dumai masih mengenalnya dengan nama yang jauh lebih tua: Putri Tujuh. Nama yang lahir dari legenda. Nama yang kemudian menjadi nama jalan.
Dan akhirnya menjadi salah satu penanda identitas kota.
Sebuah kota yang tumbuh bersama kilang Mungkin inilah bagian paling penting dari sejarah Putri Tujuh. Kilang tersebut tidak dibangun di sebuah kota industri yang sudah mapan. Sebaliknya, kota dan industri tumbuh bersama.
Minyak membentuk kebutuhan terhadap jalan. Kilang membutuhkan pekerja.
Pekerja membutuhkan perumahan. Industri membutuhkan pelabuhan.
Pelabuhan membutuhkan jaringan transportasi. Keluarga pekerja membutuhkan sekolah.
Kota membutuhkan pelayanan publik. Dan semuanya perlahan menciptakan Dumai modern.
Karena itu sejarah Kilang Putri Tujuh sesungguhnya adalah bagian dari sejarah urbanisasi Dumai. Kilang adalah salah satu mesin yang membuat kota bergerak.

Dari Jepang, Spanyol, Korea dan Amerika: sebuah kilang yang dibangun oleh dunia

Jika sejarah Putri Tujuh dibaca dari perspektif teknologi, kita akan menemukan sesuatu yang menarik. Kilang Dumai merupakan semacam arsip hidup kerja sama internasional.
Generasi pertama: Jepang melalui Far East Sumitomo, IHI dan Taisei. Generasi berikutnya:
Amerika Serikat melalui lisensi dan teknologi proses UOP.
Lalu: Spanyol melalui Technicas Reunidas–Centunion sebagai kontraktor utama PPKD. Kemudian: Korea Selatan melalui Daelim dan Hyundai sebagai bagian dari jaringan kontraktor proyek.

Di balik berbagai unit tersebut terdapat pula rantai pasok teknologi Eropa, Amerika dan Asia lainnya. Sebuah kilang dengan demikian bukan hanya tempat minyak dipanaskan.
Ia adalah tempat pengetahuan internasional dirakit menjadi infrastruktur nasional. Dan di Dumai, proses itu berlangsung sejak 1969.

Putri Tujuh dan pertanyaan untuk lima puluh tahun berikutnya

Pada 1971, Indonesia sedang membangun kapasitas. Pada 1984, Indonesia memperbesar dan memperdalam kemampuan pengolahan. Hari ini tantangannya berbeda. Indonesia harus menghadapi konsumsi BBM yang besar, produksi minyak domestik yang terbatas, kebutuhan impor, tuntutan efisiensi energi, standar lingkungan yang semakin ketat dan transisi menuju sistem energi yang lebih rendah karbon.
Di tengah perubahan tersebut, kilang tua menghadapi dilema.
Mempertahankannya berarti membutuhkan investasi maintenance, revamp, efisiensi dan asset integrity.
Menggantinya membutuhkan investasi yang jauh lebih besar.
Sementara membiarkannya menua tanpa modernisasi berarti mempertaruhkan keandalan pasokan.
Karena itu masa depan Putri Tujuh seharusnya tidak dilihat hanya sebagai persoalan Pertamina.
Ia adalah bagian dari persoalan ketahanan energi nasional.

Epilog: minyak boleh berubah, sejarah tidak

Pada September 1971, ketika Presiden Soeharto meresmikan Kilang Putri Tujuh, mungkin tidak banyak orang membayangkan bahwa fasilitas itu akan tetap menjadi bagian penting dari sistem energi Indonesia lebih dari setengah abad kemudian.
Tetapi sejarah memang jarang berjalan lurus.
Kilang yang dulu dibangun untuk mengolah 100.000 barel minyak per hari kemudian berkembang.
Dumai yang dahulu merupakan kota kecil di pesisir Riau juga berkembang menjadi kota industri dan pelabuhan.
Jalan Putri Tujuh tetap berada di sepanjang pagar kilang.
Nama Putri Tujuh tetap hidup.
Sementara di balik pagar itu, teknologi terus berganti generasi.
Hari ini kita melihat spring hanger, hydrocracker, delayed coker, hydrogen plant, digital control system dan berbagai teknologi yang mungkin terasa asing bagi masyarakat biasa.
Tetapi semuanya mempunyai satu cerita yang sama.
Cerita tentang sebuah keputusan pada akhir 1960-an:
Indonesia membutuhkan kilang.
Dan dari sekian banyak tempat, Dumai dipilih karena minyak, laut dan letaknya bertemu di satu titik.
Setengah abad kemudian, keputusan itu terbukti bukan sekadar keputusan industri.
Ia adalah keputusan yang ikut menentukan wajah sebuah kota.
Karena itu, mungkin pertanyaan paling tepat bukan lagi apakah Kilang Putri Tujuh sudah tua.
Pertanyaan yang lebih penting adalah:
Apakah kita cukup serius merawat, memperbarui dan mempersiapkan warisan industri yang telah ikut membangun Dumai dan memasok energi Indonesia selama lebih dari lima puluh tahun itu untuk lima puluh tahun berikutnya?
Sebab pada akhirnya, Putri Tujuh bukan hanya cerita tentang minyak.
Ia adalah cerita tentang Dumai, teknologi, negara, manusia dan waktu.
Dan selama cerobongnya masih menyala, sejarahnya belum selesai.

Tags: Dumai RiauKetahanan EnergiKilang DumaiKilang Pertamina InternasionalKilang Putri TujuhMigas IndonesiaPertaminaRiset Inovasi DaerahRU 2 Dumaisejarah DumaiSejarah IndustriTeknologi Kilang
Previous Post

Kualitas Udara Kurang Sehat Pemko Pekanbaru Perpanjang Pembelajaran Jarak Jauh Sehari

Next Post

Perkuat Keterbukaan Informasi, Pemerintah Aceh Sampaikan Hasil Monev Pelayanan Informasi Publik

Redaksi

Redaksi

Related Posts

Harmonisasi Gerakan Ormas Etnis dalam Arus Modernisasi: Menguatkan Modal Sosial Masyarakat Batak untuk Persatuan dan Kemajuan Bangsa
ANALISIS

Harmonisasi Gerakan Ormas Etnis dalam Arus Modernisasi: Menguatkan Modal Sosial Masyarakat Batak untuk Persatuan dan Kemajuan Bangsa

6 September 2026
44
Insiden Kembali Guncang Kilang Pertamina Dumai
ANALISIS

Insiden Kembali Guncang Kilang Pertamina Dumai

3 September 2026
29
Dari Gerakan Pemuda Menuju Kongres Masyarakat Pesisir
OPINI

Dari Gerakan Pemuda Menuju Kongres Masyarakat Pesisir

22 Agustus 2026
26
Dua Windu Menuju Abad Kemerdekaan: Memaknai 81 Tahun Indonesia Merdeka
News

Dua Windu Menuju Abad Kemerdekaan: Memaknai 81 Tahun Indonesia Merdeka

17 Agustus 2026
55
Moratorium Bukan Tembok, Hanya Lampu Kuning: Menimbang Masa Depan Provinsi Riau Pesisir dalam Perspektif Hukum Tata Negara
ANALISIS

Moratorium Bukan Tembok, Hanya Lampu Kuning: Menimbang Masa Depan Provinsi Riau Pesisir dalam Perspektif Hukum Tata Negara

4 Agustus 2026
25
Riau Pesisir sebagai Simpul Peradaban Maritim Melayu di Abad ke-21
INFOGRAFIK

Riau Pesisir sebagai Simpul Peradaban Maritim Melayu di Abad ke-21

2 Agustus 2026
39
Next Post
Perkuat Keterbukaan Informasi, Pemerintah Aceh Sampaikan Hasil Monev Pelayanan Informasi Publik

Perkuat Keterbukaan Informasi, Pemerintah Aceh Sampaikan Hasil Monev Pelayanan Informasi Publik

Discussion about this post

Verified Site

Trusted by

See Report

ADVERTISEMENT

Stay Connected test

  • 24k Followers
  • 99 Subscribers
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Lumbung Sosial

Lumbung Sosial untuk penanganan bencana

13 September 2023
Konflik Transparansi Keuangan di HKBP Resort Tangkerang: Sintua Viktor Napitupulu Mengalami Dimarginalkan usai Kritik Renovasi Pastori Rp700 Juta

Konflik Transparansi Keuangan di HKBP Resort Tangkerang: Sintua Viktor Napitupulu Mengalami Dimarginalkan usai Kritik Renovasi Pastori Rp700 Juta

9 April 2026
Kolase foto dari acara peresmian Vihara Baruna Maitreya di Desa Titi Akar, Pulau Rupat, pada 13 Juli 2025.

Peresmian Vihara Maitreya Terbesar di Pulau Rupat

16 Juli 2025
Tampak depan kantor Kwartir Cabang (Kwarcab) Gerakan Pramuka Bolaang Mongondow. Penanganan dugaan kasus penyalahgunaan dana hibah di lembaga ini menuai sorotan dari publik dan pegiat sosial karena dinilai berjalan lambat.

Dugaan Penyalahgunaan Dana Hibah Pramuka Bolmong Rp300 Juta, Inspektorat Didesak Serius

21 September 2025
Optimis Dalam Membaca Berita Utusan Rakyat

Optimis Dalam Membaca Berita Utusan Rakyat

0
Menggali Fakta: Memahami Pentingnya Jurnalisme Tidak Bias

Menggali Fakta: Memahami Pentingnya Jurnalisme Tidak Bias

0
Membangun Masa Depan yang Lebih Terang Bersama Utusan Rakyat

Membangun Masa Depan yang Lebih Terang Bersama Utusan Rakyat

0
Menjaga Profesionalisme dalam Jurnalisme: Etika dan Keberanian

Menjaga Profesionalisme dalam Jurnalisme: Etika dan Keberanian

0
Produksi Pempek Yudi Diminta Setop, Kelurahan Soroti Limbah dan Saluran Tersumbat

Produksi Pempek Yudi Diminta Setop, Kelurahan Soroti Limbah dan Saluran Tersumbat

10 September 2026
Membangun Ekosistem Media Siber Profesional, Kuat, dan Bermartabat, Struktur DPC JMSI Dumai 2026-2031 Resmi Dilantik

Membangun Ekosistem Media Siber Profesional, Kuat, dan Bermartabat, Struktur DPC JMSI Dumai 2026-2031 Resmi Dilantik

10 September 2026
HUT ke-34 IKMBD Dumai Gelar Aksi Sosial

HUT ke-34 IKMBD Dumai Gelar Aksi Sosial

10 September 2026
Perkuat Keterbukaan Informasi, Pemerintah Aceh Sampaikan Hasil Monev Pelayanan Informasi Publik

Perkuat Keterbukaan Informasi, Pemerintah Aceh Sampaikan Hasil Monev Pelayanan Informasi Publik

10 September 2026

Recent News

Produksi Pempek Yudi Diminta Setop, Kelurahan Soroti Limbah dan Saluran Tersumbat

Produksi Pempek Yudi Diminta Setop, Kelurahan Soroti Limbah dan Saluran Tersumbat

10 September 2026
27
Membangun Ekosistem Media Siber Profesional, Kuat, dan Bermartabat, Struktur DPC JMSI Dumai 2026-2031 Resmi Dilantik

Membangun Ekosistem Media Siber Profesional, Kuat, dan Bermartabat, Struktur DPC JMSI Dumai 2026-2031 Resmi Dilantik

10 September 2026
14
HUT ke-34 IKMBD Dumai Gelar Aksi Sosial

HUT ke-34 IKMBD Dumai Gelar Aksi Sosial

10 September 2026
16
Perkuat Keterbukaan Informasi, Pemerintah Aceh Sampaikan Hasil Monev Pelayanan Informasi Publik

Perkuat Keterbukaan Informasi, Pemerintah Aceh Sampaikan Hasil Monev Pelayanan Informasi Publik

10 September 2026
13
Utusan Rakyat

Situs web berita Utusan Rakyat bersifat independen dan tidak berafiliasi dengan partai politik atau organisasi tertentu. Situs web ini berkomitmen untuk memberikan berita yang objektif dan seimbang.

Utusan Rakyat qr-code

Kategori

  • ANALISIS
  • Berita Foto
  • Galeri
  • Hiburan
    • Film
    • Gaming
    • Musik
    • Review
    • Sport
  • INFOGRAFIK
  • Lifestyle
    • Fashion & Kecantikan
    • Kesehatan
    • Kuliner
    • Otomotif
    • Travel
  • News
    • Bisnis
    • Dunia
    • IPTEK
    • Lingkungan
    • Pendidikan
    • Politik-Hukum
    • Sosial Budaya
  • OPINI
  • Tekno
    • App
    • Mobile

Berita Terkini

Produksi Pempek Yudi Diminta Setop, Kelurahan Soroti Limbah dan Saluran Tersumbat

Produksi Pempek Yudi Diminta Setop, Kelurahan Soroti Limbah dan Saluran Tersumbat

10 September 2026
27
Membangun Ekosistem Media Siber Profesional, Kuat, dan Bermartabat, Struktur DPC JMSI Dumai 2026-2031 Resmi Dilantik

Membangun Ekosistem Media Siber Profesional, Kuat, dan Bermartabat, Struktur DPC JMSI Dumai 2026-2031 Resmi Dilantik

10 September 2026
14
HUT ke-34 IKMBD Dumai Gelar Aksi Sosial

HUT ke-34 IKMBD Dumai Gelar Aksi Sosial

10 September 2026
16
Perkuat Keterbukaan Informasi, Pemerintah Aceh Sampaikan Hasil Monev Pelayanan Informasi Publik

Perkuat Keterbukaan Informasi, Pemerintah Aceh Sampaikan Hasil Monev Pelayanan Informasi Publik

10 September 2026
13
PUTRI TUJUH: KILANG YANG MENGUBAH DUMAI DAN MENJADI NADI ENERGI SUMATERA

PUTRI TUJUH: KILANG YANG MENGUBAH DUMAI DAN MENJADI NADI ENERGI SUMATERA

10 September 2026
30

Copyright © 2023-2025 PT. Mahesa Cakra Persada
(Utusan Rakyat News Network).
All Rights Reserved.

  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Galeri
  • Privasi

Verified Website

See Report

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Otomotif
  • News
    • Bisnis
    • Dunia
    • IPTEK
    • Lingkungan
    • Politik-Hukum
    • Pendidikan
    • Sosial Budaya
  • Berita Foto
  • ADVERTORIAL
  • Galeri
  • Hiburan
    • Film
    • Gaming
    • Musik
    • Review
    • Sport
  • Lifestyle
    • Fashion & Kecantikan
    • Kesehatan
    • Kuliner
    • Travel
  • Tekno
    • App
    • Gadget
    • Mobile
    • StartUp
  • INFOGRAFIK
  • ANALISIS & OPINI
    • ANALISIS
    • OPINI
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • SOP Perlindungan Wartawan
  • Tentang Kami
  • Kontak

Copyright © 2023-2025 PT. Mahesa Cakra Persada
Utusan Rakyat News Network
.
All rights reserved.