Gambar: Sebuah ilustrasi editorial simbolis ini merefleksikan duka siber atas kasus tragis seorang perempuan asal Bandung yang diduga disekap, diisolasi, serta dianiaya secara keji oleh kekasihnya sendiri selama lebih dari tiga tahun.
BANDUNG (Utusan Rakyat) – Ruang kemanusiaan kita kembali tercoreng oleh sebuah tragedi kemanusiaan yang teramat memilukan. Media Utusan Rakyat menyatakan keprihatinan yang luar biasa sekaligus mengutuk keras dugaan aksi penyekapan dan penganiayaan keji terhadap seorang perempuan asal Bandung yang dilakukan oleh kekasihnya sendiri. Korban yang kini dalam kondisi kritis di Rumah Sakit Dr. Hasan Sadikin (RSHS) Bandung menjadi potret nyata dari betapa rentannya ruang aman bagi perempuan, bahkan di tangan orang yang paling dekat sekalipun.
Kronologi petaka ini bermula lebih dari tiga tahun lalu, ketika korban menjalin hubungan asmara dengan pelaku. Hubungan yang semula diharapkan menjadi ruang perlindungan penuh kasih sayang, secara bertahap justru berubah menjadi jeruji besi yang mengerikan. Pelaku secara sistematis mulai membatasi ruang gerak korban, memutus akses komunikasinya dengan pihak keluarga besar, hingga melakukan penyekapan di sebuah tempat yang jauh dari pantauan publik.
Selama rentang waktu yang teramat panjang tersebut, lebih dari tiga puluh enam bulan, korban diduga mengalami siksaan fisik dan mental yang bertubi-tubi. Isolasi ketat yang diterapkan pelaku membuat jeritan minta tolong korban membentur dinding sepi, terputus sama sekali dari dunia luar. Korban dipaksa hidup di bawah ancaman dan dominasi kekerasan psikologis yang meruntuhkan martabatnya sebagai manusia.
Terkuaknya kejadian biadab ini bermula dari titik balik yang sangat dramatis baru-baru ini. Berkat kecurigaan warga sekitar atau adanya pihak yang berhasil mendeteksi keberadaan korban, sebuah upaya penyelamatan akhirnya berhasil dilakukan. Saat dievakuasi dari tempat penyekapan, korban ditemukan dalam kondisi yang sangat mengenaskan dan langsung dilarikan ke RSHS Bandung. Tim medis menyatakan korban berada dalam fase kritis akibat akumulasi luka berat di sekujur tubuh, baik luka fisik akibat benturan benda tumpul maupun indikasi trauma psikologis yang sangat mendalam.
Kini, kasus tersebut mendadak viral dan memicu gelombang kemarahan publik yang luar biasa, baik di berbagai media massa nasional maupun di jagat media sosial. Jutaan netizen mengecam tindakan keji pelaku dan mendesak aparat penegak hukum untuk segera mengusut tuntas kasus ini tanpa celah kelonggaran sedikit pun.
Melalui tulisan ini, Utusan Rakyat mendesak kepolisian untuk menjatuhkan sanksi hukum paling berat dan berlapis kepada pelaku demi tegaknya keadilan materiil. Tragedi ini harus menjadi alarm keras bagi semua pihak; pemerintah, lembaga perlindungan perempuan, hingga lingkungan rukun tetangga, untuk memperketat sistem deteksi dini terhadap tindak kekerasan dalam hubungan personal. Kita tidak boleh lagi abai, karena pembiaran terhadap tanda-tanda kekerasan adalah awal dari runtuhnya nilai-nilai kemanusiaan kita.
/Red-UR




















































Discussion about this post