Gambar: Putri Ekonomi Kreatif (EKRAF) Sumatera Utara 2026, Feny Absolusy Paulina Manurung, tampil memukau di panggung Pesta Budaya Njuah-Njuah ke-62 Kabupaten Dairi, Kamis (29/10/2026). Melalui gagasan inovatif “Nari dan Kopi”, ia mengajak generasi muda untuk terus mengangkat dan membanggakan identitas serta kekayaan budaya lokal.
DAIRI (Utusan Rakyat) – Perjalanan Feny Absolusy Paulina Manurung dalam dunia seni dan budaya menjadi bukti bahwa bakat, kerja keras, dan kecintaan terhadap identitas daerah mampu membawa anak muda Kabupaten Dairi melangkah hingga tingkat provinsi, bahkan nasional.
Sejak duduk di bangku sekolah dasar, Feny telah menunjukkan potensi dan jiwa kepemimpinan. Saat itu, ia dipercaya menjadi Komandan Pleton (Danton) Polisi Cilik (Pocil) Polres Dairi angkatan pertama. Bakat kedisiplinan dan kepemimpinannya kembali terlihat ketika duduk di kelas I SMP, saat ia terpilih menjadi anggota Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) tingkat Kecamatan Sidikalang dan bergabung dalam pasukan delapan.
Dari pengalaman tersebut, Feny mulai merintis perjalanan di dunia seni, diawali dengan menjadi model. Ketertarikannya terhadap dunia kreatif kemudian berkembang menjadi kecintaan yang lebih mendalam terhadap seni tari dan pelestarian budaya.
Saat menempuh pendidikan di bangku SMK, Feny bergabung dengan komunitas seni Dairi Ethnic dan 4 tahun berturut bertindak sebagai pe.eran utama di cerita rakyat pesta njuah njuah, Dari sinilah langkahnya dalam dunia tari semakin berkembang hingga mendapat kesempatan terlibat dalam pertunjukan bertajuk Warna Danau, melalui program di bawah Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi melalui Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah II.
Dalam pertunjukan tersebut, Feny dipercaya sebagai pemeran utama dan meraih predikat pemeran utama terbaik. Karyanya membawanya tampil di sejumlah daerah, di antaranya Jakarta, Sumatera Barat, Medan, dan Balige. Pengalaman tersebut menjadi salah satu pencapaian penting yang memperluas kiprahnya di dunia seni dan budaya.
Perjalanan prestasinya berlanjut pada 2024 ketika Feny meraih penghargaan Putri Kebudayaan Berbakat (Best Talent). Pencapaian itu diraihnya melalui perjuangan dan upaya mandiri, sekaligus memperlihatkan konsistensinya mengembangkan kemampuan di bidang seni dan budaya.
Pada masa pemerintahan periode sebelumnya, Feny sempat memperoleh kesempatan bekerja sebagai tenaga honorer di Dinas Pariwisata Kabupaten Dairi. Namun, seiring berjalannya waktu dan peraturan pemerintah terkait tenaga honorer, ia tidak lagi melanjutkan pekerjaannya karena tidak memenuhi waktu yang ditentukan ,sempat kecewa karna hanya kurang dari 2 bulan.Dunia kerja yang sesuai talenta yang feny tekuni harus ditinggalkan.
Meski demikian, berakhirnya kesempatan tersebut tidak membuat Feny berhenti berkarya. Kecintaannya terhadap seni dan budaya tetap menjadi pendorong untuk terus melangkah, mengembangkan potensi, serta mencari ruang agar kebudayaan Dairi semakin dikenal luas.
Perjalanan Feny kemudian berlanjut bersama Gerakan Ekonomi Kreatif Nasional (GEKRAF) Dairi di bawah kepemimpinan Friandeny Nababan, S.T. Melalui wadah tersebut, Feny mendapat ruang untuk mengembangkan gagasan kreatif sekaligus memperkenalkan potensi budaya daerah melalui pendekatan ekonomi kreatif.
Langkah itu membawanya mengikuti ajang Putri Ekonomi Kreatif (EKRAF) Sumatera Utara. Dengan membawa identitas dan potensi Kabupaten Dairi, Feny berhasil meraih juara pertama Putri EKRAF Sumatera Utara, sebuah pencapaian yang semakin mengharumkan nama daerah di tingkat provinsi.
Prestasi tersebut bukan sekadar keberhasilan pribadi, melainkan juga menunjukkan bahwa generasi muda Dairi memiliki kemampuan untuk bersaing, berinovasi, dan memperkenalkan kekayaan budaya lokal melalui kreativitas.
Pada panggung Pesta Budaya Njuah-Njuah ke-62 Kabupaten Dairi, Kamis (29/10/2026), Feny memaparkan misi yang diusungnya melalui gagasan “Nari dan Kopi”, singkatan dari Narasi Kreatif dan Kolaborasi Potensi Lokal.
Dalam konsep tersebut, tari menjadi representasi narasi budaya, sedangkan kopi menjadi simbol karya nyata ekonomi masyarakat kreatif. Keduanya dipadukan untuk menunjukkan bahwa budaya tidak hanya perlu dilestarikan sebagai warisan leluhur, tetapi juga dapat dikembangkan menjadi kekuatan ekonomi yang memberikan manfaat bagi masyarakat.
Bagi Feny, seni tari, kopi Sidikalang,harum andaliman,rumbai ulos yang indah dan berbagai potensi lokal lainnya merupakan bagian dari identitas Dairi yang patut diperkenalkan kepada masyarakat luas, termasuk hingga mancanegara.
Ia juga mengajak generasi muda agar tidak ragu mengangkat identitas daerah melalui karya dan kreativitas.
“Anak muda jangan ragu mengangkat identitas kita, karena budaya adalah identitas dan jiwa kita. Jadikan identitas tersebut sebagai kekuatan untuk memperkenalkan budaya dan produk Dairi ke mancanegara,” papar Feny di panggung Pesta Budaya Njuah-Njuah ke-62.
Perjalanan Feny menjadi gambaran bahwa potensi generasi muda membutuhkan ruang, kesempatan, dan dukungan yang berkelanjutan agar dapat berkembang secara maksimal.
Keberhasilannya meraih juara pertama Putri EKRAF Sumatera Utara patut menjadi kebanggaan masyarakat Dairi. Namun, di balik prestasi tersebut, ada pula pesan penting bahwa anak-anak muda yang telah berjuang membawa nama daerah perlu memperoleh perhatian yang sepadan.
Pemerintah Kabupaten Dairi diharapkan semakin membuka ruang pembinaan dan kolaborasi bagi talenta muda berprestasi, terutama mereka yang bergerak di bidang seni, budaya, dan ekonomi kreatif. Dukungan tersebut dapat diwujudkan melalui program pengembangan kapasitas, fasilitasi keikutsertaan dalam ajang bergengsi, promosi karya, hingga kemitraan yang memungkinkan kreativitas mereka berkembang menjadi peluang ekonomi.
Perhatian itu bukan semata-mata persoalan memberikan jabatan atau pekerjaan, melainkan bagaimana pemerintah hadir sebagai mitra yang membantu anak muda mengembangkan kemampuan dan mewujudkan gagasan bagi kemajuan daerah.
Feny telah menunjukkan kesungguhannya melalui perjalanan panjang sejak bangku sekolah dasar hingga meraih prestasi di tingkat provinsi. Ketika seorang anak muda mampu membawa nama daerah melalui kemampuan dan perjuangannya sendiri, sudah selayaknya prestasi tersebut menjadi bahan evaluasi sekaligus inspirasi bagi penguatan kebijakan pengembangan generasi muda.
Dengan semangat Nari dan Kopi, Feny berharap budaya Pakpak, tari tradisional, kopi Sidikalang, serta berbagai produk unggulan Dairi tidak hanya menjadi kebanggaan lokal, tetapi juga memiliki daya saing dan dikenal lebih luas.
Perjalanan Feny membuktikan bahwa keterbatasan kesempatan tidak harus menjadi akhir dari sebuah perjuangan. Dengan bakat, ketekunan, dan kecintaan terhadap daerah, generasi muda Dairi memiliki peluang untuk terus berkarya dan membawa nama daerah semakin harum.
/Clara Siahaan





















































Discussion about this post