Gambar: Poster promosi resmi kegiatan “Basic Drone Training” yang diselenggarakan oleh PT Sixware Global Informatika (SGI) bekerja sama dengan Lanud Atang Sendjaja (ATS) Bogor dan Saka Dirgantara. Program pelatihan pengoperasian pesawat udara nirawak tingkat dasar ini dirancang untuk membekali peserta, mulai dari pelajar, jurnalis, komunitas, hingga instansi, dengan materi teori dasar, praktik penerbangan, serta regulasi dan protokol keselamatan terbang (safety first). Dengan biaya terjangkau sebesar Rp250.000,-, peserta akan mendapatkan pembekalan komprehensif serta sertifikat dan fasilitas pendukung lainnya guna membangun ekosistem teknologi drone yang profesional dan taat aturan.
Bogor (Utusan Rakyat) – Dalam upaya merespons pesatnya perkembangan teknologi aviasi nirawak serta meningkatkan kompetensi sumber daya manusia (SDM) di Indonesia, PT Sixware Global Informatika resmi menggelar program Basic Drone Training. Pelatihan pengoperasian pesawat udara nirawak tingkat dasar ini dirancang untuk membekali masyarakat umum dengan pengetahuan teori, regulasi keselamatan, hingga praktik navigasi udara yang aman dan bertanggung jawab.
Tujuan, Cakupan Pelatihan, dan Fasilitas Peserta
Program pelatihan dasar ini ditujukan bagi cakupan peserta yang luas, mulai dari pelajar, mahasiswa, anggota Pramuka Saka Dirgantara, jurnalis, anggota komunitas drone, hingga perwakilan instansi pemerintah dan swasta yang ingin mendalami fondasi pengoperasian drone secara profesional.
Materi pelatihan disusun secara komprehensif agar mencakup aspek teoritis maupun praktis. Selama kurikulum pelatihan, para peserta dibekali dengan modul pembelajaran utama, meliputi:
- Sejarah perkembangan teknologi drone dari era awal hingga inovasi terkini;
- Teori dasar aerodinamika drone serta penguasaan pergerakan dasar (basic maneuver);
- Pemanfaatan dan aplikasi praktis drone dalam mendukung operasi pencarian dan pertolongan (Search and Rescue/SAR); serta
- Sesi praktikum langsung menerbangkan drone di area penerbangan terpilih.
Peserta yang berhasil menyelesaikan seluruh rangkaian sesi pelatihan akan mendapatkan Sertifikat Pelatihan resmi, Brevet SIXWARE, kaos pelatihan, serta cendera mata. Melalui program ini, lulusan diharapkan tidak hanya mampu menerbangkan drone secara teknis, tetapi juga memahami standar keselamatan udara serta memiliki kualifikasi awal untuk melanjutkan ke jenjang pelatihan tingkat lanjut (advance training).
Peran Penyelenggara dan Sinergi Mitra Strategis
Sebagai penyelenggara utama, PT Sixware Global Informatika bertanggung jawab penuh atas penyusunan konsep pelatihan, manajemen program, penyediaan instruktur berpengalaman, hingga pengembangan kurikulum kompetensi. Langkah ini menjadi wujud kontribusi nyata perusahaan dalam memperkuat literasi dan ekosistem teknologi drone di tanah air.
Keberhasilan program ini didukung oleh kolaborasi strategis bersama berbagai mitra sesuai keahlian masing-masing. Para mitra berperan dalam penyediaan instruktur ahli, penyiapan lokasi praktik, pengurusan perizinan terbang, pembinaan peserta, hingga pemberian bantuan teknis guna menjamin pelatihan berjalan aman, lancar, dan berkualitas.
Pihak manajemen PT Sixware Global Informatika juga membuka peluang kemitraan media secara luas, termasuk dengan media Utusan Rakyat, guna mempublikasikan berbagai agenda inovasi ke depan serta merencanakan pelatihan khusus drone bagi insan jurnalis.
Kepatuhan Regulasi dan Protokol Keselamatan Penerbangan
Aspek keselamatan menjadi prioritas utama dalam seluruh rangkaian pelatihan. Setiap sesi praktik lapangan diawali dengan taklimat keselamatan (safety briefing), pemeriksaan kelaikan unit drone (pre-flight check), pengawasan melekat oleh instruktur profesional, serta pemanfaatan zona terbang yang terisolasi dan aman.
Seluruh dukungan perizinan ruang udara dan operasional teknis mendapat dukungan penuh dari Komandan Lanud Atang Sendjaja (ATS) Bogor beserta jajarannya. Materi yang diajarkan juga sepenuhnya mengacu pada regulasi pemerintah yang berlaku terkait pengoperasian pesawat udara nirawak di wilayah ruang udara sipil, termasuk kepatuhan terhadap etika dan batas operasional penerbangan.
Untuk menjaga keterkendalian dan keamanan visual, unit drone praktik telah dilengkapi kamera standar latihan dan seluruh operasional terbang dilaksanakan khusus pada siang hari, sehingga tidak memerlukan izin operasional malam hari (night flight).
Biaya Pelatihan, Program Lanjutan, dan Harapan Industri
Guna memberikan akses seluas-luasnya bagi masyarakat, biaya kepesertaan dipatok sangat terjangkau, yakni sebesar Rp250.000,- per peserta untuk program pelatihan selama dua hari. PT Sixware Global Informatika juga tengah mengkaji skema harga khusus berupa diskon atau subsidi bagi pelajar dan anggota Pramuka yang berminat melanjutkan ke jenjang berikutnya.
Sebagai kelanjutan dari kelas dasar, PT Sixware Global Informatika telah menyiapkan berbagai skema pelatihan tahap lanjutan (advance training), antara lain:
- Pemetaan Udara (Drone Mapping);
- Fotografi dan Videografi Udara;
- FPV (First Person View) Drone;
- Aplikasi Drone Khusus Operasi SAR;
- Inspeksi Infrastruktur dan Industri;
- Drone untuk Jurnalisme Media; hingga
- Teknologi Drone untuk Sektor Pertahanan.
“Kami berharap pelatihan dasar ini mampu meningkatkan kualitas sumber daya manusia, khususnya generasi muda, sekaligus membangun budaya penggunaan drone yang aman, etis, dan bertanggung jawab. Langkah ini penting untuk mendukung terciptanya ekosistem drone nasional yang profesional, inovatif, dan taat regulasi,” ujar perwakilan manajemen PT Sixware Global Informatika.
/Nyimas Choiriah Halim





















































Discussion about this post