Gambar: Suasana antusias Upacara Pembukaan Basic Drone Training di Lanud Atang Sendjaja, Bogor. Kolonel Tek Ony Afrianto (Dister) dan narasumber utama Prof. Dr. Ir. Rudy Agus Gemilang Gultom terlihat bersama 200 peserta dari berbagai kalangan yang siap mengikuti pelatihan navigasi drone untuk memperkuat ketahanan negara.
BOGOR (Utusan Rakyat) – Udara sejuk dan semilir angin subuh mengiringi semangat ratusan peserta yang telah memadati Lapangan Udara Atang Sendjaja, Desa Semplak Barat, Kecamatan Kemang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Sejak Sabtu pagi, antusiasme terlihat jelas dari deretan peserta yang datang dari berbagai penjuru tanah air untuk mengikuti program Basic Drone Training yang diselenggarakan oleh PT Sixware Global Informatika.
Kehadiran para peserta mencerminkan keberagaman elemen masyarakat yang peduli akan kemajuan teknologi udara. Utusan yang hadir mencakup perwakilan lembaga pemerintah dan swasta, organisasi kemasyarakatan, komunitas drone, Gerakan Pramuka, Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI), kalangan profesional, hingga insan pers nasional.
Rangkaian kegiatan diawali dengan Upacara Pembukaan secara khidmat di lapangan terbuka. Bertindak selaku pembuka kegiatan yaitu Kepala Dinas Teritorial (Kadister) Lanud Atang Sendjaja, Kolonel Tek Ony Afrianto, dengan Komandan Upacara Letda Yuli. Usai prosesi pembukaan, seluruh peserta beranjak ke aula untuk menerima pembekalan materi utama.
Sesi materi pertama menghadirkan narasumber utama, Marsekal Pertama TNI (Purn.) Prof. Dr. Ir. Rudy Agus Gemilang Gultom, M.Sc., CEH, CIQaR, IPM, ASEAN Eng. Kehadiran pakar teknologi aviasi dan pertahanan ini disambut riuh tepuk tangan dari 200 peserta diklat yang siap menyerap ilmu navigasi penerbangan nirawak.
Dalam paparan edukatifnya, Prof. Rudy menekankan pentingnya bagi generasi muda untuk mencintai serta menguasai perkembangan teknologi. Pemanfaatan drone saat ini telah meluas ke berbagai bidang strategis, mulai dari misi pencarian dan penyelamatan (Search and Rescue/SAR), pemetaan wilayah, hingga kebutuhan pemantauan teknis industri.
Lebih lanjut, beliau mengulas dinamika geopolitik global, di mana negara-negara maju telah menjadikan drone sebagai bagian dari alutsista (alat utama sistem persenjataan) baik untuk fungsi ofensif maupun defensif. Hal tersebut sekaligus mendorong tumbuhnya industri dalam negeri yang mampu memperkuat perekonomian nasional.
Berbeda dengan beberapa negara luar, Indonesia memegang teguh prinsip politik luar negeri bebas aktif dengan doktrin pertahanan negara yang bersifat defensif aktif. Oleh karena itu, penguasaan teknologi drone di Indonesia diarahkan untuk memperkuat fondasi ketahanan nasional, menjaga kedaulatan ruang udara, serta mendukung kegiatan sosial-kemasyarakatan.
“Pelatihan drone dasar yang digelar pertama kali secara komprehensif di Lanud Atang Sendjaja ini diharapkan mampu menumbuhkan semangat nasionalisme pemuda. Belajar dan terus menguasai teknologi adalah langkah nyata dalam memperkuat ketahanan bangsa,” ujar Prof. Rudy di hadapan para peserta.
Beliau juga mendorong para pemangku kebijakan di tingkat pusat maupun daerah—seperti gubernur, bupati, wali kota, hingga pimpinan lembaga pendidikan—untuk menyelenggarakan pelatihan serupa secara berestafet dari tingkat dasar hingga mahir. Langkah ini dinilai strategis agar pemerataan kompetensi aviasi nirawak terwujud dari Sabang sampai Pulau Rote.
Rangkaian diklat diakhiri dengan upacara penutupan serta penyerahan sertifikat secara simbolis kepada peserta. Upacara penutupan dipimpin langsung oleh Prof. Rudy Agus Gemilang Gultom bersama jajaran pejabat Lanud Atang Sendjaja dan tamu undangan, sebelum kegiatan resmi ditutup tepat pukul 13.00 WIB.
Pelaksanaan diklat ini sukses memikat perhatian para pecinta drone di tanah air. Kesan positif disampaikan oleh sejumlah peserta, di antaranya Fitri (mahasiswa Institut Al-Roibba), Calista (Universitas Cyber Muhammadiyah Yogyakarta), Bambang (profesional dari PT Salim Group), serta Soleh (perwakilan Pramuka Kota Bekasi) yang mengapresiasi manfaat besar dari pelatihan ini dan berharap program serupa dapat digelar secara berkala.
Dari Lanud Atang Sendjaja, Kabupaten Bogor, Parman, Utusan Rakyat, melaporkan.





















































Discussion about this post